BANJARMASIN — Data terbaru dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin menunjukkan jumlah pengangguran terbuka di ibu kota provinsi ini mencapai 21.851 orang. Angka tersebut setara dengan 6,48 persen dari total angkatan kerja produktif di kota tersebut.
Kepala Diskopumker Banjarmasin, Dr Machli Riyadi, menjelaskan bahwa persentase ini dihitung berdasarkan jumlah usia produktif, bukan total jumlah penduduk. "Pencari kerja pembandingnya adalah usia produktif bukan jumlah penduduk, dan Banjarmasin cukup tinggi tingkat pengangguran terbukanya," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Angka Pengangguran Banjarmasin Lampaui Rata-Rata Nasional
Perbandingan dengan angka agregat di tingkat yang lebih luas menunjukkan kesenjangan yang signifikan. Rata-rata tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Selatan tercatat sebesar 4,45 persen, sementara rata-rata nasional berada di angka 4,1 persen. Artinya, angka pengangguran di Banjarmasin hampir 60 persen lebih tinggi dari rata-rata provinsi.
Kondisi ini diperparah dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi pada periode Januari hingga Juni 2026. Tercatat sebanyak 102 orang pekerja di Banjarmasin kehilangan pekerjaannya selama enam bulan pertama tahun ini.
Wali Kota Minta Kolaborasi Pengusaha dan BLK
Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR, membenarkan bahwa data tersebut menunjukkan tantangan serius bagi pemerintah kota. Ia mengakui angka pencari kerja di wilayahnya sangat tinggi dan membutuhkan solusi konkret.
"Memang angka pengangguran atau pencari kerja di Banjarmasin sangat tinggi. Makanya kami menghimbau para pengusaha agar bisa berkolaborasi dengan Diskopumker Banjarmasin untuk bisa menurunkannya," kata HM Yamin HR.
Selain mengajak sektor swasta, Wali Kota juga menyoroti peran Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Latihan Kerja (UPTD BLK). Ia berharap BLK tidak hanya mencetak tenaga kerja dengan keterampilan teknis yang sesuai kebutuhan industri, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan calon pekerja.
"Makanya kami berharap BLK bisa juga tidak hanya membentuk skill sesuai yang dibutuhkan dunia kerja, tapi juga membentuk karakter, kedisiplinan dan sebagainya," pungkasnya.