KALIMANTAN SELATAN — Jerman akan menghadapi wakil CONMEBOL, Paraguay, di Boston pada Selasa (30/6) dini hari WIB. Laga ini menjadi pertandingan fase gugur Piala Dunia pertama bagi Der Panzer dalam 12 tahun terakhir. Meski di atas kertas skuad Jerman lebih unggul, Nagelsmann menolak meremehkan lawan.
Pertahanan Paraguay Dinilai Sulit Ditembus
Nagelsmann membeberkan alasan di balik kekhawatirannya. Ia menilai Paraguay memiliki organisasi pertahanan yang rapat dan pemain-pemain bertubuh kuat.
"Selama babak kualifikasi mereka kebobolan sangat sedikit. Mereka akan memberikan banyak tantangan kepada kami," ujar Nagelsmann dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa timnya harus bermain sabar dan mengeluarkan kemampuan terbaik di laga hidup-mati ini.
Penampilan Kurang Meyakinkan di Fase Grup
Jerman memang tampil inkonsisten sepanjang fase grup. Mereka menang telak atas Curacao, bangkit dramatis mengalahkan Pantai Gading, namun kemudian takluk 1-2 dari Ekuador. Hasil tersebut menuai kritik di negara sendiri.
Nagelsmann berjanji performa timnya akan lebih baik. "Kalau menang, semuanya dianggap sempurna. Kalau kalah, semuanya dianggap buruk," katanya. Ia menegaskan tidak merasa perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun, dan fokus membantu pemain tampil solid secara kolektif.
Modal Jerman: Kualitas Skuad vs Kedisiplinan Paraguay
Dari segi nama-nama pemain, Jerman jelas diunggulkan. Namun, Paraguay datang dengan modal pertahanan kokoh yang menjadi ciri khas tim Amerika Selatan. Nagelsmann mengingatkan bahwa faktor fisik dan disiplin bertahan lawan bisa menjadi jebakan.
"Mereka adalah tim yang bertahan dengan sangat baik dan tetap bermain kompak. Kami membutuhkan penampilan yang sempurna," tegas pelatih berusia 37 tahun itu. Ia pun menutup dengan tekad untuk tampil lebih baik dibanding saat melawan Ekuador.