KALIMANTAN SELATAN — Cremonese mengamankan tiga poin krusial di Stadio Friuli, berkat gol cepat Jamie Vardy yang memanfaatkan kesalahan fatal lini belakang Udinese. Umpan buruk Oumar Solet dan Kingsley Ehizibue saat membangun serangan dari bawah berhasil dipotong Federico Bonazzoli, yang kemudian melepaskan tembakan. Meski kiper Maduka Okoye sempat menepis bola, Vardy dengan sigap menyambar bola muntah untuk menjebol gawang tuan rumah.
Keputusan VAR Selamatkan Cremonese dari Penalti Kontroversial
Udinese sempat mendapat hadiah penalti di babak pertama setelah Sebastiano Luperto dianggap menjatuhkan Christian Kabasele. Namun, wasit menganulir keputusan tersebut setelah meninjau ulang melalui VAR. Penyebabnya, Thomas Kristensen sudah lebih dulu berada dalam posisi offside pada awal permainan. Momen ini menjadi titik balik yang menguntungkan Cremonese.
Di sisi lain, Bonazzoli nyaris diusir wasit setelah kakinya mengenai tulang kering Kristensen dengan keras. Beruntung baginya, wasit menilai ia sudah berusaha menekuk lutut dan menarik kaki di detik terakhir, sehingga hanya diberikan kartu kuning.
Drama di Menit Akhir: Gol Buksa Dianulir, Okoye Jadi Pahlawan
Udinese mengira mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-86 melalui Adam Buksa. Namun, gol tersebut dianulir karena Idrissa Gueye dianggap melanggar kiper Cremonese, Emil Audero, sebelum bola masuk. Audero kemudian menjadi pahlawan dengan penyelamatan gemilang di masa injury time, menepis tendangan melengkung Oumar Solet yang mengarah ke sudut atas gawang.
Mengapa Kemenangan Ini Belum Cukup bagi Cremonese
Meski meraih kemenangan, Cremonese belum bisa bernapas lega. Pada saat yang sama, rival terdekat mereka, Lecce, berhasil membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Sassuolo di laga tandang. Hasil itu membuat jarak antara Cremonese di zona degradasi dan Lecce di zona aman tetap satu poin. Semuanya akan ditentukan pada laga pamungkas musim ini.
Bermain di kandang lawan, Cremonese menunjukkan disiplin bertahan yang luar biasa setelah unggul. Mereka memilih untuk mengamankan keunggulan tipis dan menunggu kesalahan Udinese, sebuah strategi yang berhasil meski harus menahan tekanan di 20 menit akhir pertandingan.