BANJARMASIN — PT PLN Persero memberikan penjelasan resmi terkait penyebab kebakaran yang kerap melanda permukiman warga di Kota Banjarmasin. Pihak perusahaan menyebut faktor teknis pada jaringan listrik rumah tangga menjadi pemicu paling dominan.
Kabel Rumah Bisa Bertahan 10-20 Tahun, Setelah Itu Perlu Diganti
Asisten Manager Jaringan dan Konstruksi Distribusi UP3 Banjarmasin, Deddy Noveyusa, mengungkapkan bahwa banyak warga tidak menyadari batas usia pemakaian kabel listrik di rumah mereka. Menurutnya, setiap kabel memiliki kemampuan mengantarkan arus listrik dalam kurun waktu tertentu.
“Mungkin yang banyak tidak masyarakat sadari adalah jaringan listrik seperti kabel itu lupa untuk dilakukan pemeliharaan, sementara untuk masa pemakaiannya itu hingga 10 tahun, bahkan juga 20 tahun,” jelas Deddy dalam program “Warta Bicara” di FUGO Hotel Banjarmasin, Senin (11/5/2026).
Bukan Cuma Usia, Tikus dan Rayap Jadi Pemicu Korsleting
Selain faktor usia yang sudah usang, Deddy menyebut faktor eksternal juga tak kalah berbahaya. Gangguan dari hewan seperti tikus dan rayap yang menggigit lapisan kabel membuat jaringan listrik terluka dan memicu peningkatan arus secara tiba-tiba.
“Faktor eksternalnya itu seperti digigit tikus atau rayap, membuat kabelnya luka dan ada arus listrik yang meningkat, sehingga membuat percikan api dan mengakibatkan kebakaran,” tuturnya.
Hasil Pemeriksaan PLN: Kebakaran Didominasi Jaringan Tua
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, Deddy menegaskan bahwa mayoritas kebakaran yang terjadi di kawasan pemukiman warga di Banjarmasin disebabkan oleh instalasi listrik yang sudah melewati batas pemakaian. Kondisi ini diperparah dengan kepadatan penduduk yang tinggi di kota tersebut.
PLN pun mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu hingga terjadi korsleting. Pemeriksaan rutin dan pembaruan terhadap jaringan listrik di rumah dinilai sebagai langkah preventif yang paling efektif.
“Setelah melewati waktu tersebut, maka masyarakat diimbau untuk melakukan pembaharuan untuk instalasi,” pungkas Deddy.