Pencarian

Hulu Sungai Tengah Garap Jalur Trail Run Meratus Jadi Wisata Alam

Senin, 04 Mei 2026 • 17:10:06 WIB
Hulu Sungai Tengah Garap Jalur Trail Run Meratus Jadi Wisata Alam

BARABAI — Pegunungan Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kini dibidik menjadi destinasi wisata berbasis olahraga atau sport tourism unggulan. Potensi besar ini terlihat dari beragamnya karakteristik jalur lari lintas alam (trail run) yang tersedia di kawasan tersebut.

Pengembangan sektor ini muncul seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga luar ruang yang mengombinasikan ketahanan fisik dan keindahan alam. Jalur-jalur di HST dinilai memiliki nilai jual tinggi karena melintasi hutan tropis yang masih asri dan pemukiman masyarakat adat Dayak Meratus.

Pemerintah daerah bersama komunitas lari mulai mengidentifikasi titik-titik potensial yang dapat dikembangkan. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di desa-desa penyangga pegunungan.

Pilihan Jalur dari Puncak Sigaling hingga Gunung Halau-Halau

Kawasan Meratus di HST memiliki variasi medan yang lengkap untuk para pelari. Muhammad Hidayatullah, seorang pelari trail run asal HST, membagikan pengalamannya menjajal berbagai rute yang sering digunakan sebagai lokasi latihan maupun kompetisi mandiri.

Untuk pelari pemula atau mereka yang ingin melakukan latihan rutin, terdapat jalur pendek dengan aksesibilitas yang relatif mudah. Lokasi ini biasanya memiliki elevasi yang tidak terlalu ekstrem namun tetap menawarkan pemandangan perbukitan yang memanjakan mata.

“Untuk jalur pendek bisa ke Puncak Sigaling di Desa Layuh dan Puncak Titi,” ujar Muhammad Hidayatullah, Minggu (3/5/2026).

Tantangan Jalur Ekstrem Menuju Puncak Tertinggi Kalsel

Bagi pelari profesional atau penghobi lari lintas alam yang mencari tantangan teknis, Meratus menyediakan rute panjang. Jalur ini menembus jantung hutan pedalaman dan melewati desa-desa terpencil yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

Rute menuju Desa Juhu hingga ke puncak Gunung Halau-Halau menjadi primadona bagi mereka yang ingin menguji batas kemampuan. Gunung Halau-Halau sendiri merupakan titik tertinggi di Kalimantan Selatan yang dikenal dengan medan tanjakan akar dan tutupan hutan yang rapat.

“Untuk jalur panjang bisa ke Desa Juhu hingga Gunung Halau-Halau,” tambahnya. Jalur ini memerlukan persiapan fisik dan logistik yang matang mengingat durasi tempuh yang bisa memakan waktu berjam-jam bahkan hari bagi pelari non-atlet.

Prospek Sport Tourism untuk Ekonomi Desa di HST

Pengembangan trail run di Pegunungan Meratus tidak hanya sekadar soal olahraga. Kehadiran para pelari dari luar daerah diyakini akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga lokal, terutama dalam penyediaan jasa pemandu (guide), penginapan rumah warga (homestay), hingga konsumsi.

Integrasi antara kelestarian alam dan kegiatan olahraga ini menjadi model wisata berkelanjutan yang paling cocok untuk kawasan lindung seperti Meratus. Dengan infrastruktur jalur yang tertata, HST berpeluang menggelar ajang lari lintas alam berskala nasional maupun internasional di masa depan.

Hingga saat ini, komunitas lari lokal terus melakukan eksplorasi jalur baru untuk memperkaya pilihan rute. Dukungan promosi dan pengelolaan yang profesional menjadi kunci agar potensi trail run di Bumi Murakata ini bisa bersaing dengan destinasi serupa di Pulau Jawa dan Lombok.

Bagikan
Sumber: artabanjar.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks