348 ASN Pemprov Kalsel Mulai Latihan Dasar Kemiliteran Komcad di Rindam XXII/Tambun Bungai

Penulis: Vicky Prasetya  •  Selasa, 03 November 2026 | 15:18:01 WIB
Upacara pembukaan Latsarmil Komcad Matra Darat TA 2026 di Rindam XXII/Tambun Bungai diikuti 348 ASN Pemprov Kalsel.

BANJARBARU — Upacara pembukaan Latsarmil Komcad Matra Darat TA 2026 diikuti ratusan ASN dari lingkungan Pemprov Kalsel. Inspektur upacara Mayjen TNI Dr. H. Totok Imam Santoso bertindak langsung memeriksa pasukan bersama perwakilan Pemprov Kalsel menggunakan kendaraan Maung MV3 Tangguh. Rangkaian acara dilanjutkan penyematan tanda siswa kepada perwakilan peserta sebagai penanda dimulainya pelatihan.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. Ir. Hj. Galuh Tantri Narindra hadir mendampingi inspektur upacara. Sejumlah kepala daerah turut menyaksikan pembukaan, antara lain Wali Kota Banjarmasin M. Yamin HR, Wali Kota Banjarbaru Hj. Lisa Halaby, Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Bupati Hulu Sungai Tengah H. Syamsul Bahri, Bupati Hulu Sungai Utara H. Sahrujani, dan Wakil Bupati Tanah Laut H. Muhammad Zazuli. Jajaran Forkopimda Kalsel juga hadir.

Mengapa ASN Ikut Pelatihan Komcad

Pemprov Kalsel menyatakan dukungan penuh terhadap program Asta Cita Presiden, khususnya penguatan kesadaran bela negara di kalangan ASN dan masyarakat. Nilai bela negara diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Gubernur, pertahanan dan keamanan negara bukan semata tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan seluruh warga negara sebagaimana amanat UUD 1945. Keikutsertaan ASN dalam Komcad disebut sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dengan Kementerian Pertahanan.

"Bagaimana nantinya ASN dapat melayani masyarakat, bukan justru ingin dilayani oleh masyarakat. Ini menjadi salah satu nilai penting yang harus tertanam dalam diri setiap aparatur," ujar Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Asisten Galuh Tantri Narindra.

Materi Pelatihan: Karakter hingga Dasar Kemiliteran

Mayjen Totok menjelaskan, pelatihan berlangsung kurang lebih satu setengah bulan. Materi mencakup pembentukan karakter, penguatan moral, pembinaan perilaku, pola pikir, kedisiplinan, serta pengenalan materi dasar kemiliteran.

Ia menegaskan pelatihan Komcad bagi ASN tidak bertujuan membentuk karakter militeristik. Materi kemiliteran hanya diperkenalkan sebagai pembekalan agar peserta memahami pentingnya pertahanan negara dan memiliki kesiapan menjalankan peran sesuai ketentuan.

"Ini bukan untuk menjadikan ASN sebagai kelompok yang militeristik. Materi kemiliteran hanya diperkenalkan sebagai bagian dari pembekalan agar mereka memahami pentingnya pertahanan negara dan memiliki kesiapan dalam menjalankan peran sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Komcad Dibentuk Bertahap Sesuai Kebutuhan Wilayah

Pembentukan Komponen Cadangan akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan wilayah. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dan daerah dinilai penting untuk kelancaran tahap berikutnya.

"Jumlah peserta pada pelatihan kali ini sebanyak 348 orang. Ke depan, program ini diharapkan terus berkembang secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, tentunya dengan dukungan dari para kepala daerah agar kita bersama-sama dapat mempersiapkan Komponen Cadangan pada tahap berikutnya," ungkap Mayjen Totok.

Gubernur berharap peserta tidak hanya menerapkan nilai bela negara dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan, tetapi juga menularkannya kepada ASN lain di lingkungan kerja masing-masing. Peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan semangat nasionalisme, kedisiplinan, dan pengabdian sehingga bela negara menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: banjarhits.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top