KALIMANTAN SELATAN — Google merilis data distribusi Android per 19 Oktober yang menunjukkan Android 17 baru terpasang di 1% perangkat aktif, sementara Android 16 menguasai lebih dari 25% pangsa pasar. Android 17 sendiri telah tersedia untuk Pixel sejak Juni, atau sekitar empat bulan sebelum data ini dipublikasikan. Angka ini memberi gambaran nyata tentang seberapa lambat versi terbaru Android menjangkau pengguna di lapangan.
Google memperbarui laporan distribusi versi Android dengan data per 19 Oktober. Android 16 kini menjadi versi yang paling banyak digunakan, menyalip versi-versi sebelumnya yang biasanya masih mendominasi pada periode yang sama di siklus pembaruan Android.
Android 17 dirilis untuk ponsel Pixel pada Juni, sekitar empat bulan sebelum data distribusi ini dirilis. Hingga 19 Oktober, versi tersebut baru terpasang di 1% perangkat Android aktif di seluruh dunia.
Angka ini belum mencerminkan rollout penuh dari produsen besar. Samsung dan sejumlah vendor utama baru mulai mendistribusikan pembaruan Android 17 secara luas dalam beberapa pekan terakhir, sehingga kontribusi mereka sangat kecil kemungkinannya masuk ke dalam hitungan 1% tersebut.
Android 16 yang dirilis tahun lalu kini mencakup lebih dari 25% perangkat aktif. Pada pembaruan data Google sebelumnya, Desember 2025 hingga Januari 2026, versi ini baru berada di 7,5% perangkat.
Lonjakan tersebut tergolong cepat. Versi Android yang lebih lama biasanya masih lebih dominan pada titik siklus yang sama, tetapi Android 16 berhasil mengonsolidasikan pangsa perangkat secara signifikan.
Google menghapus Android 5 Lollipop dari daftar data pada pembaruan kali ini. Android 5.1 tersisa hanya 0,2% dari perangkat aktif.
Menariknya, Android 11 masih mempertahankan pangsa di atas 10%, meski tidak dijelaskan alasan pastinya. Android 11 memang sempat mencatat pangsa lebih tinggi pada beberapa pembaruan data sebelumnya. Sementara itu, Android 12 turun ke 9,6%.
Data distribusi versi menjadi acuan bagi pengembang aplikasi di Indonesia dan pasar global untuk menentukan versi Android minimum yang akan didukung. Semakin lama pengguna bertahan di versi lawas, semakin besar beban kompatibilitas yang harus ditanggung tim produk.
Bagi pelaku bisnis digital, fragmentasi versi juga memengaruhi strategi keamanan. Perangkat yang tertinggal di versi lama berisiko tidak menerima patch keamanan terbaru, sehingga menjadi perhatian tersendiri di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap pengguna smartphone.
Google belum memberi jadwal pasti kapan Android 17 akan menembus pangsa dua digit. Dengan gelombang rollout Samsung dan vendor lain yang baru dimulai, pembaruan data berikutnya akan menjadi indikator pertama seberapa cepat versi terbaru menyebar ke pengguna di luar ekosistem Pixel.