TANAH BUMBU — Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.38 Wita itu bermula saat warga baru selesai menggelar yasinan pada Kamis malam. Ketua RT setempat, Madi, menyebut suasana permukiman di Jalan Transmigrasi itu berlangsung normal sebelum teriakan warga membangunkan penduduk.
Madi mengaku tidak mengetahui sumber api yang muncul di tengah permukiman padat tersebut. Warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah setelah mendengar teriakan tanda bahaya.
"Sebelum saya tidur, ada teriakan api-api. Dari mana api itu, kita tidak tahu," ujar Madi kepada wartawan.
Kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan lain. Sebanyak 13 rumah akhirnya mengalami rusak berat, sedangkan empat rumah lainnya terdampak.
Di tengah kepanikan, Akhmad Yani (60) berupaya menyelamatkan sepeda motornya yang berada di dalam rumah. Upaya itu membuatnya mengalami luka bakar.
Akhmad kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Marina. Istrinya, Norainah (52), juga menderita luka bakar ringan dalam peristiwa yang sama.
Dua korban luka tersebut menambah daftar dampak kebakaran yang menghanguskan permukiman di Kelurahan Kampung Baru.
Sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran. Untuk sementara, penghuni rumah yang terbakar mengungsi ke rumah tetangga maupun kerabat terdekat.
Madi berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Menurutnya, bantuan kebutuhan dasar sangat diperlukan untuk memenuhi keperluan sehari-hari selama warga menjalani masa pemulihan.