Kerajinan Purun Amuntai Jadi Oleh-oleh Khas HSU, Transaksi Digital AKSEL Permudah Perajin dan Wisatawan

Penulis: Sofyan Basri  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:46:01 WIB
Perajin UMKM di Amuntai mengolah purun menjadi tas dan aneka kerajinan bernilai budaya.

AMUNTAI — Kerajinan berbahan purun yang dikembangkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Amuntai hadir dalam beragam kreasi, termasuk tas dengan desain modern dan menarik. Bahan alami itu diolah dengan memadukan kearifan lokal dan kreativitas menjadi produk fungsional yang tetap membawa nilai budaya.

Seiring perkembangan desain, kerajinan purun tidak lagi hanya dikenal sebagai produk tradisional. Tampilannya kini menyesuaikan kebutuhan dan selera konsumen masa kini, sehingga tas dan berbagai olahan purun bisa menjadi buah tangan yang unik bagi wisatawan.

Mengapa Purun Tetap Relevan bagi Konsumen Masa Kini

Perajin di HSU mengolah purun menjadi produk yang fungsional sekaligus bernilai budaya. Tas dan aneka kreasi lain disebut dapat memperkenalkan kekayaan kerajinan masyarakat Amuntai ke khalayak lebih luas.

Membeli produk kerajinan lokal menjadi salah satu cara mendukung keberlangsungan usaha para perajin. Dukungan masyarakat terhadap produk daerah diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas dan mendorong perkembangan UMKM setempat.

AKSEL by Bank Kalsel untuk Transaksi Harian Wisatawan

Selain menikmati potensi lokal, wisatawan dapat memanfaatkan layanan perbankan digital AKSEL by Bank Kalsel untuk memenuhi kebutuhan transaksi melalui ponsel. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Google Play Store dan App Store.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan itu dapat diakses melalui tautan https://bit.ly/akselbybankkalsel. Kemudahan layanan perbankan digital disebut dapat menjadi pilihan untuk mendukung aktivitas transaksi sehari-hari.

Dampak bagi Perajin dan UMKM Amuntai

Dengan mengenal kerajinan purun dan membeli produk buatan perajin lokal, masyarakat turut mendukung UMKM daerah sekaligus menjaga keberlanjutan kerajinan berbasis kearifan lokal. Produk bernilai budaya itu pun berpeluang memperluas pasar hingga ke luar HSU.

Bagi wisatawan, purun menawarkan oleh-oleh yang berbeda dari produk pabrikan. Bagi perajin, permintaan yang stabil menjadi modal untuk terus berkreasi dan mempertahankan usaha di tengah persaingan produk modern.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: jejakrekam.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top