KALIMANTAN SELATAN — Kenaikan harga konsol generasi ini memang sudah jadi momok bagi gamer global, termasuk Indonesia. Xbox Series S yang dulu dijual sebagai opsi konsol murah kini dibanderol lebih mahal. Di pasar Indonesia, patokannya bisa jauh lebih tinggi lagi setelah pajak dan biaya distribusi, membuat konsol generasi ini makin sulit dijangkau gamer kasual.
Permintaan besar-besaran terhadap GPU untuk kebutuhan AI membuat produsen chip memprioritaskan pasar enterprise yang jauh lebih menguntungkan. Alhasil, biaya produksi konsol yang juga bergantung pada komponen ini ikut merangkak.
"Gaming selalu menjadi ajang pembuktian bagi GPU. Saya pikir sangat bagus bahwa teknologi ini kini punya lebih banyak kegunaan di seluruh dunia," ujar Sharma kepada BBC. "AI secara fundamental mengubah banyak hal. Tugas kami di Xbox, saat kami melanjutkan ke generasi berikutnya, adalah mempertimbangkan apa yang terjadi di dunia dan membangun pengalaman terbaik untuk para pemain."
Seri termurah saat ini, Xbox Series S, dibanderol US$ 500. Ini bukan kenaikan pertama—Microsoft sudah beberapa kali menyesuaikan harga sejak 2020. Untuk yang paling mahal, konsol edisi 25 tahun dengan bodi hijau transparan, baru saja rilis di angka US$ 900 dan langsung sold out di Amerika Serikat.
Menariknya, penjualan Xbox di AS justru naik dua kali lipat belakangan ini. Tapi tren belanja hardware secara keseluruhan masih fluktuatif. Microsoft pun menawarkan solusi pembayaran cicilan atau diskon konsol refurbished untuk meringankan beban pembeli.
Menanggapi tekanan harga ini, Sharma mengungkapkan bahwa strategi generasi berikutnya tidak lagi berfokus pada satu mesin. "Kami bekerja keras untuk generasi berikutnya yang hebat, sebuah keluarga perangkat untuk Helix, dan akan segera kami bagikan kabarnya," jelasnya.
Perangkat Helix juga dikabarkan mampu memainkan game PC selain game konsol. Inovasi ini jadi angin segar sebab katalog game PC yang selama ini terpisah bisa dinikmati lewat satu perangkat.
"Tentu saja kami akan terus mendorong batas performa. Kami sudah membahas kemampuan untuk tidak hanya memainkan game konsol, tetapi juga game PC di konsol. Saya pikir, seluruh industri juga perlu berinovasi pada keterjangkauan dan efisiensi," kata Sharma.
Fenomena ini tidak hanya menimpa Microsoft. Sony juga sudah beberapa kali menaikkan harga PlayStation 5. Nintendo pun akan memberlakukan harga baru untuk Switch 2 pada 1 September. Biaya komponen dan inflasi global memang memukul semua pemain besar industri.
Bagi pemain di Indonesia yang budget-nya pas-pasan, kabar ini jelas kurang mengenakkan. Jika tren ini berlanjut, opsi paling realistis untuk masuk ekosistem konsol terbaru adalah lewat program cicilan, membeli unit bekas, atau menunggu obral akhir tahun.