BARABAI — Ribuan santri dari 229 unit TK/TPA se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengikuti wisuda ke-38 di Lapangan Dwi Warna Barabai, Rabu (20/5/2026). Dari total peserta, 969 di antaranya santriwati perempuan dan 709 santri laki-laki.
Bupati HST Samsul Rizal hadir langsung dan menyampaikan pesan agar para orang tua tidak menganggap wisuda ini sebagai garis akhir. “Jangan biarkan Al-Qur’an mereka tersimpan berdebu di lemari setelah acara ini selesai,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.
Proses kelulusan tidak sekadar formalitas. Sekretaris DPD BKPRMI Kabupaten HST Muhammad Ruliyadi menjelaskan, setiap santri diuji dalam tiga aspek: kelancaran mengaji, ilmu tajwid, dan praktik bacaan salat. Nilai minimal kelulusan ditetapkan di angka 60.
“Harapan kami, setelah wisuda ini bukan berarti berakhir juga membaca Al-Qur’an, tetapi tetap harus dibaca bujur-bujur sesuai kaidah tajwidnya,” kata Ruliyadi dalam kesempatan yang sama.
Berdasarkan data panitia, tiga kecamatan paling banyak mengirim peserta adalah Pandawan dengan 333 santri, disusul Barabai sebanyak 325 santri, dan Labuan Amas Selatan sebanyak 216 santri. Kecamatan dengan partisipasi terkecil adalah Batang Alai Timur yang hanya mengirimkan 11 santri.
Kecamatan lainnya meliputi Batu Benawa (175 santri), Labuan Amas Utara (138 santri), Batang Alai Selatan (132 santri), Haruyan (125 santri), Limpasu (90 santri), Hantakan (68 santri), dan Batang Alai Utara (65 santri).
Samsul Rizal menekankan konsistensi membaca Al-Qur’an di rumah setelah acara wisuda usai. Ia meminta orang tua terus mendampingi anak-anak agar tidak berhenti berinteraksi dengan kitab suci. “Hari ini anak-anak kita diwisuda, namun perlu diingat bahwa wisuda ini bukanlah akhir dari proses belajar membaca Al-Qur’an, melainkan sebuah titik awal yang baru,” pesannya.