BANJARBARU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan pasokan hewan kurban untuk Idul Adha 2026 dalam kondisi berlebih. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas terkait, Edi Santoso, menyebut total stok mencapai 23.967 ekor, sementara kebutuhan diproyeksikan hanya 16.462 ekor.
Surplus terbesar berasal dari sapi. Dari 17.047 ekor yang tersedia, kebutuhan diperkirakan 13.579 ekor, menghasilkan kelebihan 3.468 ekor. Kambing juga mencatat angka signifikan dengan stok 6.000 ekor dan kebutuhan 2.432 ekor, surplus 3.568 ekor.
Untuk domba, ketersediaan mencapai 357 ekor dengan kebutuhan hanya 82 ekor, surplus 275 ekor. Sementara kerbau tercatat 563 ekor, surplus 194 ekor dari kebutuhan 369 ekor. Data ini menunjukkan ketahanan pangan hewani di Kalsel cukup kuat menjelang hari raya.
Edi Santoso menambahkan, pasokan tidak hanya berasal dari peternak lokal, tetapi juga dari luar daerah. “Stok hewan kurban tidak hanya dari dalam daerah, tapi juga dari luar Kalsel,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu (20/5/2026).
Pemprov Kalsel tidak hanya fokus pada kecukupan jumlah. Edi menegaskan pihaknya memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban untuk menjamin kesehatan ternak. Langkah ini sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menular yang bisa mengancam konsumen.
“Kami menetapkan sejumlah persyaratan teknis guna menjamin kesehatan ternak dan mencegah penyebaran penyakit hewan menular,” jelas Edi. Kebijakan ini berlaku untuk semua hewan yang masuk maupun keluar Kalimantan Selatan.
Meski detail persyaratan teknis tidak dirinci dalam keterangan resmi, pengawasan biasanya mencakup pemeriksaan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dan vaksinasi. Petugas di pos-pos perbatasan juga akan memeriksa kondisi fisik ternak secara langsung.
Dengan surplus yang mencapai ribuan ekor, harga hewan kurban di pasar tradisional Kalsel diperkirakan tetap stabil. Pedagang dan konsumen diharapkan bisa bertransaksi tanpa tekanan lonjakan harga yang signifikan.