Timnas Iran Tetap Berlaga di Piala Dunia 2026 Usai Drama Bandara

Penulis: Muhammd Nizar  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 05:24:17 WIB
Delegasi Timnas Iran tertahan tiga jam di Bandara Toronto sebelum batal menghadiri Kongres FIFA 2026.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj dijadwalkan segera menemui FIFA di Swiss guna membahas kepastian partisipasi mereka di Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil menyusul insiden penahanan delegasi Iran oleh otoritas Kanada yang memicu ketegangan diplomatik di sela agenda Kongres FIFA.

Ketegangan sempat menyelimuti persiapan Timnas Iran menuju putaran final Piala Dunia 2026. Delegasi Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) terpaksa absen dari Kongres FIFA yang digelar di Kanada pada Kamis (30/4/2026) akibat kendala imigrasi yang serius. Dari total 211 federasi anggota, hanya Iran yang tidak tampak di kursi undangan saat acara berlangsung di Vancouver.

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, mengungkapkan kronologi yang membuat pihaknya gagal menghadiri pertemuan penting tersebut. Meski mengantongi visa sah, Taj bersama dua pejabat lainnya justru tertahan saat mendarat di bandara Toronto. Otoritas setempat melakukan interogasi mendalam yang membuat rombongan Iran memutuskan untuk membatalkan agenda dan kembali ke Turki.

Interogasi Tiga Jam di Toronto

Insiden di bandara Toronto menjadi sorotan utama setelah Mehdi Taj membeberkan perlakuan otoritas Kanada terhadap delegasi sepak bola Iran. Taj mengaku ditahan selama tiga jam dan mendapatkan pertanyaan yang menjurus ke arah politik keamanan. Hal ini dianggap sebagai hambatan non-teknis yang mengganggu persiapan administratif tim nasional mereka di ajang empat tahunan tersebut.

Pertanyaan petugas imigrasi Kanada menyasar status keanggotaan para pejabat tersebut dalam organisasi militer Iran. "Di Kanada mereka bertanya kepada kami, 'Apakah Anda anggota Korps Garda Revolusi Islam?' Kami menjawab, 'Di Iran, 90 juta dari kami adalah anggota IRGC,'" tegas Mehdi Taj saat menjelaskan situasi tersebut kepada media lokal Iran pada Jumat (1/5/2026).

Masalah visa memang menjadi momok bagi federasi Iran belakangan ini. Sebelumnya, permohonan visa Taj juga ditolak oleh Amerika Serikat saat hendak menghadiri pengundian grup Piala Dunia di Washington DC pada 5 Desember lalu. Rentetan kejadian ini memicu kekhawatiran mengenai aksesibilitas tim dan ofisial Iran selama turnamen berlangsung di Amerika Utara.

Jaminan Keamanan dari Gianni Infantino

Merespons absennya Iran di Kongres FIFA, Presiden FIFA Gianni Infantino langsung mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam pidatonya di hadapan delegasi dunia, Infantino memberikan jaminan bahwa masalah administratif tidak akan menggugurkan hak partisipasi Iran. Ia memastikan Tim Melli akan tetap berkompetisi di Piala Dunia 2026 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Data dan Fakta Delegasi Iran

  • Status Delegasi: Absen dari Kongres FIFA 2026 di Kanada.
  • Durasi Penahanan: 3 jam di Bandara Internasional Toronto Pearson.
  • Lokasi Pertemuan Susulan: Markas FIFA, Zurich, Swiss.
  • Agenda Utama: Pembahasan visa, keamanan delegasi, dan logistik Piala Dunia 2026.

Pertemuan Darurat di Swiss

Guna menghindari masalah serupa di masa depan, Mehdi Taj akan terbang ke Swiss untuk berdialog langsung dengan petinggi FIFA. Pertemuan ini bersifat krusial mengingat Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iran membutuhkan jaminan hitam di atas putih agar seluruh pemain dan staf kepelatihan tidak mengalami diskriminasi imigrasi.

Fokus utama pembicaraan di Swiss nanti adalah memastikan kelancaran mobilitas tim. Mengingat tensi geopolitik yang tinggi, FIFA diharapkan mampu menjadi mediator antara federasi Iran dengan pemerintah negara tuan rumah. Langkah proaktif ini diambil agar konsentrasi para pemain tidak terpecah oleh urusan di luar lapangan hijau.

Kini publik sepak bola Asia menanti hasil diplomasi olahraga di Zurich untuk memastikan Tim Melli bisa berlaga tanpa hambatan di panggung dunia.

Reporter: Muhammd Nizar
Back to top