Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) mengonsolidasikan jajaran pengurus Kalimantan Selatan melalui pelantikan DPC dan Musyawarah Daerah HKTI 2026 di Banjarbaru. Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding hadir langsung dan menginstruksikan pengurus daerah mengambil peran membantu masyarakat, termasuk relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Bantuan dana Rp 20 juta diserahkan kepada relawan karhutla Kabupaten Banjar dalam kegiatan itu.
BANJARBARU — Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding memimpin konsolidasi pengurus HKTI se-Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Kegiatan itu dirangkai dengan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Musyawarah Daerah HKTI 2026. Karding menyebut kehadirannya untuk memastikan organisasi bergerak membantu masyarakat dan daerah.
"Saya sengaja hadir untuk mengkonsolidasi HKTI agar kerja pertama adalah ikut mengambil peran membantu masyarakat, membantu daerah," kata Karding di sela-sela kegiatan.
Mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Kabinet Presiden Prabowo periode 2024 itu menekankan penguatan peran organisasi di daerah harus diikuti tata kelola yang lebih baik. Menurutnya, keberadaan HKTI harus memberi manfaat nyata dan menjadi solusi bagi persoalan pertanian.
"Harapannya, organisasi terkelola dengan baik, tata kelolanya jauh lebih baik, serta memberi manfaat. Organisasi ini harus menjadi solusi bagi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kalsel," ujarnya.
DPN HKTI menginstruksikan jajaran DPD, DPW, dan DPC HKTI di Kalimantan Selatan mengambil peran membantu masyarakat dan daerah menghadapi persoalan yang terjadi. Cakupannya meliputi bantuan bagi warga terdampak dari sisi kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Instruksi tersebut juga menyasar keterlibatan jajaran HKTI dalam membantu petugas di lapangan yang menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan. Petugas itu bekerja dengan peralatan sendiri dan mengandalkan biaya patungan dalam menghadapi risiko keselamatan.
Anggota Komisi XIII DPR RI Muhammad Rofiqi menyatakan pihaknya mendapat arahan khusus dari Sekjen DPN HKTI untuk ikut membantu masyarakat Kalimantan Selatan dalam penanganan karhutla. Perhatian khusus diarahkan kepada relawan yang selama ini berjuang menangani persoalan di lapangan.
"Kami juga tadi mendapat arahan dari Pak Sekjen agar ikut juga membantu. Walaupun tidak bisa maksimal, tapi kami pasti akan membantu," kata Rofiqi.
Pada kesempatan tersebut, bantuan dana sebesar Rp 20 juta diberikan kepada relawan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banjar. Bantuan itu menjadi bentuk dukungan terhadap relawan yang selama ini melakukan kegiatan di lapangan.
Pelantikan DPC dan Musyawarah Daerah HKTI 2026 se-Kalsel menjadi titik awal penataan pengurus di tingkat kabupaten dan kota. Melalui forum itu, DPN HKTI berharap struktur organisasi di daerah siap menjalankan program yang menyentuh langsung kepentingan petani.
Pengurus yang baru dilantik diharapkan bergerak cepat merespons persoalan pertanian di wilayah masing-masing. Kesejahteraan petani Kalimantan Selatan menjadi tolok ukur utama keberhasilan konsolidasi ini.