BANJARMASIN — Sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan menunjukkan geliat ekonomi yang beragam pada Rabu (22/7). Dari hulu ke hilir, program penguatan usaha mikro hingga ketahanan pangan menjadi fokus utama.
Organisasi perempuan di lingkup pemerintahan turun tangan mempercepat adopsi teknologi bagi pengusaha kecil. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banjar mendorong Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) setempat untuk memperkuat digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini dinilai krusial agar pelaku usaha lokal tak tertinggal di era transaksi daring.
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjung melaporkan realisasi penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) telah mencapai angka Rp1,9 triliun. Dana yang mengalir ke kas daerah tersebut menjadi nadi utama pembiayaan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di wilayah tersebut.
Balai Riset dan Monitoring Program (BRMP) Kalimantan Selatan melakukan monitoring pelaksanaan pertanian modern di Kabupaten Tabalong. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan teknologi dan metode baru yang diterapkan berjalan sesuai prosedur dan memberikan dampak optimal bagi hasil panen petani setempat.
Pekan lalu, gelaran Festival Kuliner Banua mendapat respons positif. Event tersebut dinilai memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM kuliner di Kalsel, menjadi ajang promosi sekaligus memperluas jaringan pasar bagi produk-produk khas daerah.
Di sektor pangan, Kabupaten Tanah Bumbu terus menggenjot produksi jagung. Dengan angka produksi mencapai 7.732 ton per tahun, daerah ini berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung jagung di Kalimantan Selatan. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mendorong swasembada pangan nasional.