BARABAI — Sebanyak 245 guru SD dan 100 guru SMP di Hulu Sungai Tengah menjalani Cambridge English Placement Test (CEPT) sebagai langkah awal program peningkatan kompetensi guru. Kegiatan dibagi dalam dua sesi—pagi dan siang—untuk mengakomodasi jumlah peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Muhammad Anhar, mengatakan CEPT dipilih karena merupakan instrumen berskala internasional untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris secara objektif. “Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar penyusunan pelatihan lanjutan sehingga materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta,” ujarnya.
Data dari tes nantinya digunakan untuk merancang program lanjutan, termasuk Teaching Knowledge Test (TKT) dan Cambridge English Language Teacher (CELT). Dengan pendekatan bertahap ini, peningkatan kompetensi guru diharapkan lebih tepat sasaran.
Program Sekolah Berbahasa Inggris sudah dijalankan Pemkab Hulu Sungai Tengah sejak tiga tahun lalu. Pada tahun ajaran 2026/2027, program memasuki fase Pengimbasan Batch 2 dengan memperluas sasaran ke lebih banyak sekolah jenjang SD dan SMP.
Anhar menegaskan bahwa guru dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik mampu menghadirkan pembelajaran lebih berkualitas. “Dampaknya tidak hanya dirasakan guru, tetapi juga siswa yang memperoleh kesempatan belajar dengan kualitas yang semakin baik,” tambahnya.
Peningkatan kompetensi guru disebut sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas pendidikan di Hulu Sungai Tengah. Pemerintah daerah menargetkan semakin banyak sekolah yang mampu mengembangkan pembelajaran berbahasa Inggris secara bertahap.
Program ini menjadi salah satu upaya mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global melalui penguatan penguasaan bahasa asing sejak jenjang pendidikan dasar.