TANJUNG — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tabalong resmi mengoperasikan lima aplikasi digital untuk menopang transformasi birokrasi. Kepala Bapperida Tabalong, Arianto, menyatakan inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah.
"Bapperida berkomitmen terus melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan pembangunan daerah, memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah, dan menghadirkan pelayanan publik yang kian cepat, tepat, transparan, serta akuntabel," ujar Arianto, Senin.
Sistem Indikator Makro Pembangunan Tabalong (SIMANTAB) menjadi tulang punggung perencanaan pembangunan. Inovasi ini tidak lagi sekadar mengikuti capaian tahun sebelumnya. Sistem ini menimbang kondisi ekonomi, kapasitas fiskal daerah, faktor eksternal, hingga berbagai skenario pembangunan.
Ditopang instrumen analisis ekonomi regional seperti Shift Share, Tipologi Klassen, Location Quotient (LQ), dan Indeks Williamson, SIMANTAB menghasilkan perencanaan yang lebih presisi dan berbasis bukti (evidence-based planning).
Database Inovasi Daerah (DINDA) hadir sebagai repositori digital tunggal yang menampung seluruh inovasi perangkat daerah. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini dapat melaporkan inovasinya secara daring kapan saja sepanjang tahun, tanpa harus menunggu musim penilaian.
"DINDA menumbuhkan budaya inovasi yang berkelanjutan karena setiap gagasan terdokumentasi rapi, mudah diakses, dan siap dikembangkan kembali," jelas Arianto. Kemudahan ini memperlancar proses verifikasi, pemantauan, hingga pelaporan Innovative Government Award (IGA).
Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu dan Terintegrasi (SILANGKARR) menyajikan data warga miskin secara by name by address, lengkap dengan informasi rumah tangga dan titik koordinat lokasi. Perangkat daerah dapat menentukan penerima bantuan lebih tepat, memantau bantuan yang sudah tersalur, sekaligus memperbarui data langsung dari desa lewat aplikasi berbasis Android.
Hasilnya, program pemerintah menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah dievaluasi.
Geoportal Integrasi Navigasi Spasial & Informasi Geo-Hub Tabalong (G-INSIGHT) menyatukan data geospasial lintas sektor ke dalam satu portal. Inovasi ini menopang penyusunan kebijakan, pengendalian tata ruang, pelayanan investasi, hingga pembangunan infrastruktur. Analisis lokasi yang dulu dikerjakan manual kini berlangsung cepat, terintegrasi, dan berbasis peta digital.
Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMOLEK-PeDe) mengubah pola pemantauan capaian pembangunan. Seluruh perangkat daerah kini melaporkan capaian indikator secara digital dan terintegrasi. Data yang dulu dikumpulkan manual dapat dipantau secara real-time, mempercepat proses monitoring, evaluasi, dan pengambilan keputusan.
Ketepatan waktu pelaporan meningkat, begitu pula transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pengendalian pembangunan. Dengan kelima inovasi ini, Kabupaten Tabalong optimistis mampu mewujudkan pembangunan yang lebih terarah dan membawa manfaat nyata bagi warga.