KALIMANTAN SELATAN — Kabar baik datang dari dunia pendidikan vokasi energi. Tingkat keterserapan lulusan PEM Akamigas di industri terus meroket dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan tracer study terbaru, angka serapan naik dari 61 persen pada angkatan 2022 menjadi 90 persen pada angkatan 2025.
Yang lebih mencengangkan, 40 persen lulusan tahun 2026 sudah mendapat pekerjaan sebelum mereka resmi diwisuda. Angka ini melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 27,1 persen. Artinya, hampir setengah dari mahasiswa baru lulus langsung diserap perusahaan.
Direktur PEM Akamigas Erdila Indriani mengatakan, tingginya kepercayaan industri tidak lepas dari penguatan kurikulum berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Kurikulum itu dipadukan dengan program magang industri wajib selama enam bulan.
“Kepercayaan masif dari dunia industri ini membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik, kurikulum adaptif yang match dengan kebutuhan riil industri, serta sinergi erat dengan regulator dan pemerintah daerah sukses melahirkan SDM siap kerja,” ujar Erdila.
Ia menambahkan, kampusnya mendidik mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas dan karakter kuat untuk menjawab tantangan transisi energi global.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menegaskan, penguatan SDM vokasi menjadi prioritas mutlak untuk mendukung program strategis energi nasional. Ia menyebut sejumlah proyek besar yang membutuhkan pasokan tenaga kerja kompeten di lapangan.
“Implementasi program strategis nasional seperti Mandatori Biodiesel B50, persiapan Program E20 berbasis bioetanol, serta percepatan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Masela membutuhkan pasokan talenta vokasi yang kompeten dan adaptif,” ungkap Erani.
Menurutnya, kebijakan Kementerian ESDM kini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri, meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, memperkuat bauran energi, memperluas akses energi berkeadilan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Tak hanya soal serapan kerja, PEM Akamigas juga terus meningkatkan kualitas akademik. Hingga akhir 2025, seluruh program Sarjana Terapan telah meraih akreditasi Unggul. Mahasiswa kampus ini juga aktif menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, PEM Akamigas membuka pintu bagi mahasiswa internasional melalui skema The Indonesian AID Scholarship (TIAS). Kampus ini juga bersiap meluncurkan tiga program studi baru: D3 Energi Baru dan Terbarukan, D3 Pengolahan Minyak dan Gas, serta D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Minyak dan Gas.
Lima program studi yang saat ini ada meliputi Teknik Produksi Minyak dan Gas, Teknik Pengolahan Minyak dan Gas, Teknik Mesin Kilang, Teknik Instrumentasi Kilang, serta Logistik Minyak dan Gas. Seluruhnya dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik sektor energi nasional yang terus bertransformasi.