MARABAHAN — Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel H. Achmad Maulana menegaskan bahwa keberhasilan proyek air bersih ini tidak hanya bergantung pada kesiapan instalasi pengolahan air saja. Menurutnya, jaringan distribusi hingga ke rumah-rumah warga harus menjadi prioritas agar manfaatnya bisa dirasakan langsung.
“Jangan sampai instalasinya sudah memadai, tetapi jaringan perpipaan ke rumah-rumah masih belum optimal. Ini harus menjadi perhatian agar distribusi air bersih dapat berjalan lancar,” ujar Achmad Maulana saat meninjau lokasi.
Anggota Komisi III DPRD Kalsel Rosehan NB mengungkapkan rincian pendanaan proyek ini. Pembangunan fisik IPA Mekarsari didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 45 miliar pada 2024 dan Rp 38 miliar pada 2025. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengalokasikan Rp 400 juta pada 2026 untuk melengkapi infrastruktur pendukung berupa paving block.
“Kami bersyukur pemerintah telah menghadirkan fasilitas ini. Harapannya, masyarakat dapat segera menikmati layanan air bersih dan pemerintah daerah terus memberikan dukungan agar sambungan rumah bisa terealisasi,” kata Rosehan.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalsel, dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Pemkab Barito Kuala menyediakan lahan seluas sekitar 1,3 hektare untuk pembangunan instalasi.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel Ryan Tirta Nugraha mengapresiasi dukungan DPRD yang terus mengawal pembangunan infrastruktur air minum. Menurutnya, sinergi ini menjadi faktor penting dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sektor air minum di Kalimantan Selatan.
Pembangunan IPA Mekarsari dimulai pada 2024 dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Instalasi ini dirancang untuk melayani sekitar 4.000 sambungan rumah (SR) yang akan mendistribusikan air bersih ke wilayah Tamban dan Mekarsari-Tabunganen.
Achmad Maulana menambahkan bahwa persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan utama di Barito Kuala. Keberadaan IPA Mekarsari diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut anggota Komisi III lainnya, yakni Rosehan NB, Hj. Syarifah Rugayah, H. Husnul Fatahillah, dan Aulia Azizah. Hadir pula Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Air Minum Angga Rinaldi Rizal serta Kepala BPAM Banjarbakula Siddiq Wahyu Pamungkas.