BANJARMASIN — Melimpahnya bakat qori dan qoriah di Kota Banjarmasin justru menjadi tantangan tersendiri. Dari total 200 hingga 300 orang yang terdata, hanya 54 orang yang bisa dikirim mewakili Banjarmasin dalam ajang MTQ tingkat provinsi.
Kepala Bagian Kesra Kota Banjarmasin, Juli Khair, mengungkapkan kelebihan sumber daya manusia ini kerap dimanfaatkan kabupaten dan kota lain di Kalsel. “Jumlahnya berlebih. Contohnya MTQ tadi yang mewakili Kota Banjarmasin maksimalnya hanya 54 orang. Sedangkan qori dan qoriah kita ada 200 lebih hingga mereka menyebar ke kabupaten/kota lain,” kata Juli, Kamis (16/7/2026).
Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan regenerasi qori dan qoriah tidak terputus. Pembinaan intensif dilakukan sejak dini di unit Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Taman Pendidikan Khusus (TPK) di seluruh kecamatan.
“Kita harapkan pembinaan tetap berjalan seperti sebagaimana biasanya. Supaya tidak terputus generasi penerus hafiz dan hafizah maupun qori-qoriah ini,” tutur Juli. Ia menekankan setiap unit TPA dan TPK terus mengembangkan metode pembelajaran Alquran.
Fenomena ini membuktikan kualitas pembinaan Alquran di Banjarmasin melampaui kapasitas kompetisi. Dengan hanya 54 kursi tersedia, puluhan qori dan qoriah lainnya terpaksa bergabung dengan kontingen daerah tetangga untuk tetap bisa berlaga.
Kendati demikian, capaian Juara Umum MTQ XXXVII tahun 2026 menunjukkan bibit terbaik Banjarmasin tetap mampu bersaing. Juli berharap pembinaan berjenjang dari tingkat kelurahan hingga kota terus diperkuat. Targetnya, prestasi ini tidak hanya bertahan, tetapi melahirkan generasi emas baru.