KALIMANTAN SELATAN — Biaya kuliah yang terus meroket dalam satu dekade terakhir mendorong perusahaan asuransi jiwa pelat merah, IFG Life, untuk menyoroti pentingnya membangun ketahanan finansial sejak dini. Berdasarkan data BPS, kelompok masyarakat dengan pengeluaran 20 persen tertinggi bahkan harus menyiapkan dana hingga Rp24,42 juta per tahun untuk biaya pendidikan tinggi.
Fabiola Noralita mengatakan tantangan utama keluarga Indonesia saat ini bukan lagi akses masuk perguruan tinggi, melainkan kemampuan mempertahankan komitmen biaya hingga anak lulus. Pasalnya, selain uang kuliah, mahasiswa juga membutuhkan biaya hidup, tempat tinggal, dan transportasi selama empat hingga lima tahun masa studi.
"Banyak keluarga baru menyadari besarnya komitmen biaya pendidikan ketika anak sudah diterima di perguruan tinggi. Padahal idealnya perencanaan dilakukan jauh sebelum momen tersebut," ujar Fabiola dalam keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).
Menurut Fabiola, setiap tujuan keuangan jangka panjang membutuhkan dua fondasi utama: membangun aset dan mengelola risiko. Ia menilai risiko tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau biaya kesehatan darurat bisa mengganggu keberlangsungan rencana pendidikan jika tidak diantisipasi sejak awal.
"Literasi keuangan perlu berkembang dan bukan lagi berputar mengenai bagaimana mengelola pendapatan, menabung, atau berinvestasi. Literasi keuangan juga termasuk memahami pentingnya membangun ketahanan finansial," katanya.
Dalam konteks itu, perlindungan finansial melalui asuransi dinilai menjadi instrumen pelengkap untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga saat terjadi risiko yang mempengaruhi kesehatan dan kemampuan memperoleh penghasilan. IFG Life berkomitmen menyediakan produk perlindungan yang terjangkau dan menyeluruh bagi masyarakat.
"Melalui perlindungan yang terjangkau dan menyeluruh, IFG Life berkomitmen menjadi mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas keuangan sekaligus membantu mewujudkan berbagai tujuan hidup, termasuk pendidikan, demi meningkatkan kualitas hidup," tutup Fabiola.