Anggota DPRD Kalsel Sebut Rute Penerbangan Banjarmasin–Kuala Lumpur Jadi Katalisator Pariwisata, Ini 5 Langkah Strategisnya

Penulis: Udin Syamsul  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 13:39:31 WIB
Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi, menyampaikan pandangan terkait potensi rute penerbangan Banjarmasin–Kuala Lumpur sebagai katalisator pariwisata daerah melalui infografis di akun Instagram pribadinya, Rabu (15/7/2026).

BANJARMASIN — Rute penerbangan langsung Banjarmasin (BDJ)–Kuala Lumpur (KUL) dinilai sebagai pintu masuk bagi Kalimantan Selatan untuk terhubung dengan pasar wisata internasional. Pandangan ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Firman Yusi, SP, melalui infografis yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Rabu (15/7/2026).

Firman menegaskan, rute ini bukan sekadar penambahan jalur transportasi biasa.

“Pembukaan rute penerbangan internasional antara Kuala Lumpur dan Banjarmasin menandai momentum strategis yang berpotensi mentransformasi sektor pariwisata Kalimantan Selatan. Ini bukan sekadar penambahan rute transportasi, tetapi menjadi katalisator yang menghubungkan Kalimantan Selatan secara langsung dengan salah satu hub perjalanan terbesar di Asia Tenggara,” ujarnya.

Malaysia Pasar Potensial, Kunjungan Naik 26 Persen

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kalsel itu memaparkan data yang menunjukkan besarnya potensi pasar Malaysia. Pada 2023, wisatawan asal Malaysia menyumbang 16,28 persen dari total kunjungan wisatawan ke Indonesia. Angka itu pun masih menunjukkan tren positif dengan peningkatan 26,84 persen secara bulanan dan 4,68 persen secara tahunan pada Desember 2024.

Menurut Firman, karakter wisatawan dari Malaysia, Timur Tengah, hingga Eropa sejalan dengan potensi wisata Kalimantan Selatan yang didominasi wisata alam, religi, budaya, dan petualangan.

“Kalimantan Selatan memiliki kekayaan alam, budaya, dan spiritual yang autentik. Potensi ini menjadi modal utama untuk menarik wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman berbeda,” katanya.

Destinasi Unggulan dan Tantangan yang Menanti

Sejumlah destinasi unggulan disebut Firman siap menyambut wisatawan. Mulai dari Pasar Terapung Lok Baintan, Rumah Adat Banjar, Makam Guru Sekumpul, Geopark Meratus, Tahura Sultan Adam, hingga kawasan wisata alam Loksado.

Namun, ia mengingatkan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Tantangan itu meliputi peningkatan infrastruktur dan akses menuju destinasi wisata, kualitas sumber daya manusia, pengelolaan destinasi yang lebih profesional, serta pelestarian lingkungan.

Lima Langkah Strategis agar Peluang Tak Terbuang

Untuk memaksimalkan peluang dari rute internasional ini, Firman mengusulkan lima langkah strategis. Pertama, peningkatan infrastruktur. Kedua, pengembangan produk wisata berbasis data. Ketiga, penguatan kapasitas SDM. Keempat, pemasaran digital. Kelima, kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, dan investor.

“Setiap tantangan adalah peluang investasi dan kolaborasi untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Kalimantan Selatan sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata yang inklusif,” pungkasnya.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: jurnalkalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top