BANJARMASIN — Penurunan titik panas di Kalimantan Selatan tidak lantas membuat pemerintah daerah menurunkan kewaspadaan. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) setempat justru memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiagakan puluhan personel di titik-titik strategis.
Sebanyak 40 personel diterjunkan dan ditempatkan di dua posko utama yang telah ditetapkan BPBD Kalimantan Selatan. Posko tersebut berada di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin, dua wilayah dengan aktivitas padat yang berdekatan dengan kawasan rawan karhutla.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kalsel, Maulana Fatahillah, menegaskan bahwa penurunan jumlah titik panas bukan alasan untuk lengah.
"Meskipun ada penurunan, kewaspadaan terhadap potensi karhutla tetap harus ditingkatkan karena kondisi cuaca masih cenderung kering," ujar Maulana dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor menjadi perhatian khusus dalam operasi pencegahan kali ini. Area penyangga bandara dinilai sangat sensitif karena asap dari kebakaran lahan dapat mengganggu jarak pandang pilot dan membahayakan keselamatan penerbangan.
Menurut data Satpol PP, hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalsel telah menetapkan status siaga karhutla. Hanya dua daerah yang belum menaikkan status kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun ini.
Pemantauan terbaru menunjukkan titik panas di Kalsel turun dari 60 titik pada hari sebelumnya menjadi 43 titik. Meski tren menunjukkan perbaikan, Maulana mengingatkan bahwa musim kemarau masih berlangsung dan potensi munculnya titik api baru tetap terbuka.
Satpol PP dan Damkar Kalsel berkoordinasi dengan BPBD serta pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat respons jika api mulai muncul. Personel yang disiagakan di dua posko akan bergerak cepat bersama pemangku kepentingan lainnya melakukan pemadaman dan sosialisasi kepada masyarakat.