BANJARBARU — Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan (Dinsos Kalsel) meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprakirakan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun depan. Posko Siaga Bencana resmi beroperasi di Kantor Dinsos Provinsi Kalsel, Banjarbaru, sebagai pusat komando penanganan darurat.
Kepala Bidang Penanganan Bencana Sosial Dinsos Kalsel, Achmadi, mengatakan pihaknya telah memastikan ketersediaan logistik di seluruh kabupaten dan kota. Sistem pendukungnya meliputi lumbung sosial yang tersebar di 50 kecamatan dan tiga Kawasan Siaga Bencana (KSB).
“Kami juga menyiagakan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), peralatan, kendaraan operasional, serta sarana pendukung lainnya,” ujar Achmadi di Banjarbaru, Jumat (10/7/2026).
Pemantauan lapangan yang dilakukan bersama BPBD, Manggala Agni, dan Dinas Pemadam Kebakaran menunjukkan tanda-tanda kerawanan yang meningkat. Survei dilakukan di sejumlah embung dan sumber air di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Golf Ujung, Sawitan, Sungai Tabuk, hingga Pramuan Ujung.
Hasilnya, debit air turun signifikan antara satu hingga satu setengah meter. Di beberapa lokasi, lahan gambut mulai retak. “Ini menjadi indikator kuat meningkatnya potensi karhutla,” jelas Achmadi.
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Dinsos Kalsel menyiapkan safe house di Aula Kantor Dinsos Kalsel. Fasilitas ini akan dikelola bersama Dinas Kesehatan dan menyasar kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penderita ISPA dan asma.
Di lokasi yang sama akan tersedia dapur umum lapangan, layanan dukungan psikososial, dan ruang ramah anak. Dalam beberapa hari terakhir, personel Tagana bersama instansi terkait telah bergerak memadamkan dan membasahi lahan yang terbakar di kawasan Jalan Palam, Banjarbaru.
Dinsos Kalsel menginstruksikan Dinsos di tingkat kabupaten/kota untuk segera mendirikan posko serupa dengan melibatkan Tagana, Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan relawan lokal. Saat ini, sebagian besar wilayah Kalsel dilaporkan sudah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH), sehingga kewaspadaan bersama harus diperketat.