BANJARBARU — Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMN di sektor kebandarudaraan kembali menghasilkan program sosial yang menyasar kebutuhan dasar warga. Kali ini, Injourney Airports Bandara Internasional Syamsudin Noor mengucurkan dana Rp319,6 juta yang akan didistribusikan ke empat program prioritas di Kota Banjarbaru.
Bantuan tersebut tidak diberikan secara umum, melainkan sudah melalui tahap koordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarbaru. General Manager Injourney Airports Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyebutkan bahwa program TJSL kali ini dirancang agar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat setempat.
“Kami berkoordinasi dengan Pemko Banjarbaru, sehingga penyaluran kami sejalan dengan program pemerintah seperti penuntasan stunting, program pendidikan, dan juga kesejahteraan bagi masyarakat umum,” ujar Stephanus dalam sambutannya.
Menurutnya, keempat program yang diusung sudah sesuai dengan pilar perusahaan. Ia menambahkan, pendekatan ini dinilai lebih tepat sasaran karena menyasar langsung persoalan yang dihadapi warga di sekitar bandara.
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, memberikan apresiasi atas inisiatif Injourney Airports. Ia menilai, sinergi antara sektor swasta dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya bantuan TJSL dari Injourney Airports Syamsudin Noor ini sangat luar biasa dan bermanfaat dalam upaya menurunkan angka stunting, meningkatkan mutu pendidikan, menjaga kelestarian lingkungan, hingga menghadirkan hunian yang layak,” ungkap Lisa.
Wali Kota menegaskan bahwa program-program tersebut merupakan investasi jangka panjang. Menurutnya, perbaikan gizi anak, akses pendidikan yang lebih baik, serta hunian yang layak akan berdampak langsung pada kualitas hidup generasi mendatang di Banjarbaru.
Lisa juga menyampaikan pesan khusus kepada para penerima bantuan. Bagi keluarga yang masuk dalam program penanganan stunting, ia meminta agar orang tua lebih disiplin memantau asupan gizi anak dan rutin mengunjungi Posyandu.
Sementara itu, untuk warga yang menerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Lisa berharap program ini bisa menjadi titik awal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Manfaatkan sebaik-baiknya, jadikan motivasi untuk hidup lebih baik,” pesannya.
Wali Kota berharap program TJSL serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Dengan begitu, manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak warga di berbagai kecamatan di Kota Banjarbaru.