KALIMANTAN SELATAN — Dalam kunjungan kerja yang merupakan bagian dari agenda di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara itu, Iriawan menyambangi sejumlah titik strategis. Mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Timor Raya Oesapa, Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari, hingga Integrated Terminal (IT) Tenau.
Di SPBU, ia berdialog langsung dengan warga untuk mendengar keluhan soal pelayanan dan ketersediaan BBM. Sementara di AFT El Tari, mantan Kepala BIN itu mengecek pasokan avtur yang menjadi urat nadi transportasi udara di NTT.
“Kelancaran pasokan menjadi faktor utama dalam menjaga pelayanan energi kepada masyarakat. Seluruh rantai distribusi harus berjalan optimal,” ujar Iriawan dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (13/6).
IT Tenau: Simpul Distribusi untuk 29 SPBU dan Wilayah 3T
Agenda diakhiri dengan Management Walkthrough (MWT) di IT Tenau, terminal yang telah beroperasi sejak 1968. Iriawan memeriksa pusat kendali operasi, tangki timbun, hingga dermaga bongkar muat BBM dan LPG.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan IT Tenau memiliki peran krusial sebagai simpul utama distribusi energi di NTT, termasuk ke wilayah kepulauan dan perbatasan. Saat ini, terminal tersebut melayani penyaluran BBM ke 29 SPBU reguler, 16 penyalur BBM Satu Harga, 16 Pertashop, dan satu SPBU Nelayan.
Kapasitas penyimpanan BBM di IT Tenau mencapai 33,5 ribu kiloliter. Terminal ini juga memiliki dua tangki LPG spherical berkapasitas masing-masing 500 metrik ton.
HSSE dan Antisipasi Gangguan Distribusi
Iriawan menekankan, keterlambatan pasokan bisa berdampak langsung pada ketersediaan BBM dan LPG di lembaga penyalur, yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Ia meminta setiap potensi gangguan distribusi diantisipasi sejak dini.
Dari sisi keselamatan kerja, Iriawan mengingatkan penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) harus ketat. Seluruh pekerja diminta mematuhi Corporate Life Saving Rules (CLSR) dan membangun budaya saling mengingatkan terhadap kondisi tidak aman.
“Keselamatan harus menjadi budaya kerja sehari-hari. Jangan ragu mengingatkan jika menemukan potensi risiko,” tegasnya.
Baron menambahkan, keandalan operasional IT Tenau menjadi bagian penting dari komitmen Pertamina menjaga ketahanan energi nasional. Terminal ini tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi dan konektivitas antarpulau, tetapi juga sektor perikanan, pariwisata, hingga kawasan perbatasan negara dan Timor Leste.