KALIMANTAN SELATAN — Bayern Munich disebut telah mengajukan tawaran senilai €53 juta atau sekitar Rp 920 miliar kepada PSV untuk mengamankan jasa Saibari. Namun, negosiasi menemui jalan buntu karena PSV bersikeras ingin seluruh pembayaran dilakukan di muka, sementara Bayern masih memperdebatkan tambahan bonus sebesar €5 juta.
Gol Chip yang Mengubah Segalanya
Di tengah kebuntuan negosiasi itu, Saibari justru tampil gemilang di laga pembuka Grup C Piala Dunia Antarklub melawan Brasil. Ia mencetak gol pembuka pada menit-menit awal setelah menerima umpan terobosan brilian dari Brahim Diaz.
Dengan tenang, pemain berusia 25 tahun itu melepaskan bola chip melewati kepala kiper Alisson Becker yang maju keluar kotak penalti. Gol tersebut menjadi bukti nyata kualitas Saibari di panggung besar, membuat bek sekelas Marquinhos dan Gabriel Magalhaes tak berdaya.
Alasan Bayern Harus Segera Bertindak
Penampilan impresif Saibari melawan Brasil otomatis menjadi alarm bagi klub-klub pesaing. Jika Bayern terus berlarut-larut dalam negosiasi soal tambahan €5 juta, bukan tidak mungkin klub lain akan menyalip dari belakang.
Saibari merupakan produk didikan akademi PSV sejak 2020 dan baru menjadi pemain reguler tim utama pada musim 2022/23. Musim lalu, ia mencetak 19 gol dalam 37 pertandingan di semua kompetisi, menjadi motor utama PSV meraih gelar Eredivisie.
Karier yang Meroket di Panggung Internasional
Lahir dan besar di Belgia, Saibari memilih membela timnas Maroko dan kini tengah menunjukkan kelasnya di level tertinggi. Kecepatan, visi bermain, serta kemampuannya mencetak gol dari lini kedua membuatnya sangat cocok dengan skema permainan Bayern di bawah asuhan Vincent Kompany.
Dengan usia yang masih 25 tahun dan kontrak yang masih tersisa, nilai transfer Saibari diprediksi akan terus meroket seiring penampilan impresifnya. Jika Bayern gagal mengamankan tanda tangannya di bursa Januari ini, mereka harus bersiap membayar lebih mahal di musim panas nanti.
Dampak bagi PSV dan Persaingan Eropa
Kehilangan Saibari di tengah musim tentu menjadi pukulan telak bagi PSV yang masih bersaing di Eredivisie dan Liga Champions. Namun, nilai transfer yang mencapai €53 juta bisa menjadi rekor penjualan klub Belanda tersebut.
Kini, bola ada di tangan direksi Bayern Munich. Apakah mereka akan segera memenuhi permintaan PSV atau justru membiarkan pemain incarannya direbut rival? Satu hal yang pasti: gol chip Saibari ke gawang Brasil telah membuat harganya naik drastis.