AMUNTAI — Petugas Dinas PUPR HSU menemukan puluhan barang bekas, termasuk kursi dan televisi rusak, yang menghambat aliran air di saluran drainase utama Kota Amuntai. Temuan ini merupakan hasil dari pemetaan menyeluruh yang dilakukan instansi setempat untuk mengidentifikasi penyebab genangan di kawasan pusat kota.
Barang-barang tersebut diduga sengaja dibuang oleh oknum warga ke saluran air. Kondisi ini memperparah penyumbatan yang sudah ada akibat sampah rumah tangga dan sedimentasi lumpur.
Pemetaan Saluran Air untuk Atasi Genangan
Kepala Dinas PUPR HSU menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan di sepanjang ruas drainase utama yang melintasi jantung kota. Langkah ini bertujuan untuk mendata titik-titik kritis penyebab genangan, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Kami menemukan material besar seperti kursi dan televisi yang sudah tidak terpakai. Ini sangat menghambat kapasitas drainase,” ujar Kepala Dinas PUPR HSU dalam keterangannya, Senin lalu.
Dampak Penyumbatan bagi Warga Kota Amuntai
Genangan air akibat drainase tersumbat kerap terjadi di beberapa ruas jalan protokol Amuntai. Kondisi ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga meresahkan pedagang dan warga yang bermukim di sekitar saluran air.
Pemetaan ini menjadi langkah awal sebelum dilakukan normalisasi dan pengerukan secara bertahap. Dinas PUPR HSU menargetkan proses pembersihan dimulai dalam waktu dekat.
Langkah Selanjutnya: Normalisasi dan Sosialisasi
Pemerintah Kabupaten HSU berencana melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah dan barang bekas ke saluran drainase. Selain itu, tim teknis akan menyusun prioritas pengerukan di titik-titik yang paling parah mengalami penyumbatan.
Dinas PUPR HSU juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang barang besar ke saluran air. Kerja sama warga dinilai krusial agar upaya pemetaan dan normalisasi tidak sia-sia.
Apa Dampak Langsung dari Penyumbatan Drainase Ini bagi Warga?
Genangan air yang muncul akibat saluran tersumbat bisa mencapai ketinggian 30-50 sentimeter di beberapa titik. Hal ini menyebabkan kemacetan lalu lintas dan merendam rumah-rumah di bantaran saluran.
Kapan Proses Pembersihan Drainase Akan Dimulai?
Dinas PUPR HSU menargetkan pengerukan dan normalisasi dimulai setelah data pemetaan rampung dikompilasi. Proses ini diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Siapa yang Bertanggung Jawab atas Sampah Besar di Saluran Air?
Pemerintah daerah mengingatkan bahwa membuang sampah dan barang bekas ke saluran air merupakan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) tentang kebersihan. Warga yang kedapatan bisa dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.