PARINGIN — Amukan si jago merah menggemparkan warga Paringin Kota pada Kamis dini hari. Dua buah rumah rata dengan tanah setelah dilalap api yang diduga berasal dari korsleting listrik.
Kebakaran terjadi saat sebagian besar warga masih bersiap menjalankan ibadah subuh. Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan yang terbuat dari material kayu dan semi-permanen.
Satu Keluarga Kehilangan Tempat Berlindung
Dua rumah yang terbakar merupakan tempat tinggal satu keluarga besar. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri, namun harta benda dan dokumen penting tak sempat diselamatkan.
Warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun, angin kencang membuat api cepat merambat ke bagian rumah lainnya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari hubungan pendek arus listrik di salah satu rumah.
Belum ada laporan resmi mengenai jumlah kerugian material yang dialami korban. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan.
Bantuan Darurat Mulai Disalurkan
Pemerintah setempat bersama dengan dinas sosial telah menyiapkan bantuan darurat bagi para korban. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan tidur mulai didistribusikan ke lokasi pengungsian sementara.
Warga yang rumahnya terbakar untuk sementara waktu menumpang di rumah kerabat dan tetangga terdekat. Pemerintah desa berencana mengajukan bantuan perbaikan rumah bagi korban melalui APBD Kabupaten Balangan.
Peringatan Waspada Kebakaran di Pemukiman Padat
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga Paringin dan sekitarnya untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di pemukiman padat penduduk. Pengecekan instalasi listrik secara berkala dinilai penting untuk mencegah korsleting.
Kepala desa setempat mengimbau warga untuk selalu mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan dan tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala saat malam hari. Langkah antisipatif ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran serupa di kemudian hari.