KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan data yang dirilis BMKG PGR VII Yogyakarta, pusat gempa berada di titik koordinat 8,60 Lintang Selatan dan 109,21 Bujur Timur. Lokasi episenter tepatnya berjarak 100 kilometer sebelah selatan Cilacap dengan kedalaman dangkal 21 kilometer.
Data Awal yang Masih Dinamis
Dalam keterangan resminya, BMKG menyatakan informasi yang dirilis masih bersifat sementara. "Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG dalam pengumuman yang dikutip Minggu siang.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Data yang ditampilkan akan terus diperbaharui seiring validasi dari stasiun pemantau gempa di wilayah selatan Jawa.
Karakteristik Gempa Dangkal di Zona Megathrust
Wilayah perairan selatan Jawa, termasuk Cilacap, dikenal sebagai zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Gempa dengan magnitudo kecil dan kedalaman 21 kilometer seperti yang terjadi hari ini tergolong aktivitas seismik rutin yang tidak membahayakan.
BMKG mencatat wilayah selatan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta kerap mengalami gempa kecil akibat tekanan tektonik di dasar laut. Meski demikian, setiap kejadian tetap dipantau secara ketat untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan atau perubahan parameter yang signifikan.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Hingga pukul 11.30 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap belum menerima laporan dampak dari guncangan tersebut. Masyarakat pesisir diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang kerap menyertai aktivitas seismik bawah laut, meski kali ini tidak ada peringatan dini tsunami.
BMKG mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi. Data terbaru dan akurat dapat diakses melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi mobile Info BMKG.