BANJARMASIN — Kekalahan pahit di semifinal lewat adu penalti dari Banjarbaru tak menyurutkan mental para pemain Tanah Laut. Mereka tampil dominan sejak menit awal dan tidak memberi ruang bagi Tapin untuk mengembangkan permainan.
Gol Cepat Dirga Buka Keunggulan
Striker Tanah Laut, Dirga Irhab Nabil, menjadi momok bagi pertahanan Tapin. Ia mencetak gol pertama pada menit ke-15, memanfaatkan serangan terstruktur yang membongkar lini belakang lawan.
Tapin berusaha membalas lewat serangan balik cepat yang digalang Muhammad Rafli dan Ahmad Zein. Namun, upaya mereka mentah di barisan pertahanan Tanah Laut yang dikomandoi M Hafif. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Penalti dan Brace Dirga Pastikan Kemenangan
Memasuki babak kedua, tempo permainan langsung ditingkatkan. Agresivitas Tanah Laut membuahkan hadiah penalti pada menit ke-33. Muhammad Farid Najwan yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya, menggandakan kedudukan menjadi 2-0.
Tanah Laut tak mengendurkan serangan. Dirga Irhab Nabil kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-40, menyelesaikan peluang untuk mencetak gol keduanya di laga ini sekaligus mengubah skor menjadi 3-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Pelajaran Berharga dari Semifinal
Kegagalan di semifinal melawan Banjarbaru menjadi catatan tersendiri bagi skuad Tanah Laut. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain di laga perebutan juara ketiga menjadi modal berharga untuk pembinaan usia muda di daerah tersebut. Turnamen Popda sendiri merupakan ajang pencarian bibit atlet pelajar di Kalimantan Selatan.