AMUNTAI — Insiden gigitan ular kadut terjadi di tengah kondisi banjir yang masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Korban, seorang warga Desa Palukahan, tengah melintasi genangan air di depan rumahnya pada malam hari ketika tiba-tiba digigit oleh ular tersebut.
Ular kadut (Python reticulatus), meski tidak berbisa, memiliki gigitan yang menyakitkan dan berisiko menyebabkan infeksi jika tidak segera ditangani. Korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis untuk mengantisipasi komplikasi akibat luka gigitan.
Mengapa Ular Kadut Sering Muncul Saat Banjir?
Banjir yang merendam permukiman memaksa satwa liar, termasuk ular, keluar dari habitat aslinya untuk mencari tempat yang lebih tinggi dan kering. Genangan air di depan rumah warga menjadi jalur lintasan alami bagi ular kadut yang bergerak di malam hari.
Kondisi ini membuat warga yang terpaksa beraktivitas pada malam hari—seperti melintasi banjir untuk mengungsi atau mengamankan barang—berada dalam risiko tinggi bertemu dengan satwa tersebut. Kepala desa setempat mengimbau warganya untuk selalu menggunakan penerangan dan alat pelindung seperti sepatu bot saat melewati genangan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Ular Kadut?
Pertolongan pertama pada gigitan ular kadut berbeda dengan penanganan gigitan ular berbisa. Korban disarankan untuk segera membersihkan luka dengan air mengalir dan sabun, lalu membalut luka dengan kain bersih untuk menghentikan perdarahan.
Langkah selanjutnya adalah segera mencari fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi tetanus dan antibiotik guna mencegah infeksi. Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan tradisional yang justru dapat memperparah kondisi, seperti menyayat luka atau menghisap racun.
Banjir di HSU: Ancaman Ganda bagi Warga
Selain risiko gigitan ular, banjir di Kabupaten HSU juga membawa ancaman lain seperti penyakit kulit, diare, dan sengatan listrik dari instalasi yang terendam. Pemerintah daerah terus mengimbau warga untuk waspada dan mengungsi ke tempat yang lebih aman jika ketinggian air terus meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi banjir di Desa Palukahan masih berlangsung. Tim medis dari puskesmas setempat telah disiagakan untuk menangani warga yang membutuhkan pertolongan akibat dampak banjir, termasuk serangan satwa liar.
Siapa yang Paling Berisiko Mengalami Gigitan Ular Saat Banjir?
Warga yang tinggal di daerah dengan genangan air tinggi dan terpaksa beraktivitas pada malam hari menjadi kelompok paling rentan. Anak-anak dan lansia yang kesulitan bergerak cepat juga berisiko lebih tinggi. Pemerintah desa telah membentuk posko pengungsian untuk meminimalkan aktivitas warga di luar rumah pada malam hari.
Apakah ular kadut termasuk jenis yang dilindungi?
Ular kadut atau sanca kembang termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri LHK. Masyarakat diimbau tidak membunuh ular tersebut, melainkan melaporkan keberadaannya kepada petugas pemadam kebakaran atau komunitas penyelamat satwa untuk dievakuasi dengan aman.