Pencarian

Pemprov Kalsel Latih 50 Fasilitator Sanitasi, Targetkan 100 Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan pada 2027

Kamis, 21 Mei 2026 • 15:35:42 WIB
Pemprov Kalsel Latih 50 Fasilitator Sanitasi, Targetkan 100 Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan pada 2027
Dinas PUPR Kalsel melatih 50 fasilitator sanitasi untuk mendukung program stop BABS di 100 desa pada 2027.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel menggelar peningkatan kapasitas bagi tenaga fasilitator di Banjarbaru, Rabu (20/5/2026). Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan dan Air Minum PUPR Kalsel, Angga Rinaldi Rizal, menegaskan bahwa pembangunan sanitasi bukan sekadar soal tiang pancang dan pipa saluran.

"Keberhasilan pembangunan sanitasi memerlukan keterlibatan berbagai pihak secara terpadu dan berkelanjutan," kata Angga.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup bersih dan sehat justru menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan infrastruktur fisik semata. Di sinilah peran fasilitator lapangan menjadi vital.

Dinamika Lapangan yang Terus Berubah

Angga menjelaskan bahwa para fasilitator adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan warga di desa-desa. Tugas mereka mencakup pendampingan teknis, pemberdayaan kelompok masyarakat, hingga edukasi tentang bahaya buang air besar sembarangan (BABS).

"Fasilitator lapangan bertugas memastikan program dapat berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan," ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan di lapangan terus berkembang. Mulai dari faktor geografis di daerah rawa dan pegunungan, hingga resistensi budaya yang masih menganggap sungai sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga. Hal ini menuntut peningkatan kompetensi secara berkala.

Target 2027: Akses Sanitasi Aman untuk Semua

Pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis Pemprov Kalsel untuk mempercepat pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) bidang sanitasi. Hingga saat ini, masih terdapat sejumlah wilayah di Kalsel yang belum memiliki akses terhadap jamban sehat dan sistem pengolahan air limbah domestik yang memadai.

Melalui penguatan kapasitas para fasilitator, pemerintah berharap program pembangunan sarana sanitasi seperti tangki septik individual dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal bisa berjalan efektif. Selain itu, pendekatan berbasis masyarakat diharapkan mampu mengubah kebiasaan lama yang tidak higienis.

"Kami ingin setiap desa di Kalsel memiliki kader sanitasi yang mumpuni," pungkas Angga.

Bagikan
Sumber: wartabanjar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks