BANJARMASIN — Ratusan warga Kelurahan Basirih Selatan setiap hari harus berjibaku melewati jalan berlumpur dan licin hanya untuk beraktivitas. Kondisi Jalan Sungai Jelai yang rusak parah itu bahkan menjadi rute wajib pulang-pergi puluhan siswa SDN Basirih 10 yang lokasinya persis di kawasan tersebut.
Warga mengaku sudah bertahun-tahun menyampaikan keluhan, namun perbaikan tak kunjung terealisasi. Janji demi janji dari Pemerintah Kota Banjarmasin hanya berakhir sebagai wacana.
Kendala Teknis Jadi Alasan, Warga Justru Geram
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina, buka suara ihwal mandeknya proyek perbaikan. Menurutnya, ada persoalan teknis yang menghambat mobilisasi material ke lokasi.
“Jalan di sana menjadi akses warga satu-satunya untuk beraktivitas selain lewat sungai, yang menghubungkan Kota Banjarmasin ke Kabupaten Banjar,” ujar Kartika.
Dia menjelaskan, akses jalan yang terlalu sempit membuat alat berat dan truk pengangkut material sulit masuk. Alternatif lewat sungai pun dinilai berat secara teknis.
“Yang menjadi kendala untuk pembangunan jalan di sana karena akses mobilisasi material sulit, jalannya sempit dan apabila akses lewat sungai juga berat,” katanya.
Pemkot Minta Warga Hibahkan Lahan, Warga Nilai Mengada-ada
Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas PUPR berharap warga bersedia menghibahkan sebagian tanah mereka. Langkah itu dinilai perlu agar pelebaran jalan bisa dilakukan dan proses pembangunan berjalan lancar.
“Pemerintah berharap warga bisa menghibahkan tanahnya untuk jalan agar akses jalan bisa diperlebar sehingga alat dan bahan yang digunakan lebih mudah dimobilisasi,” jelas Kartika.
Namun alasan ini justru memicu keresahan baru. Warga menilai kondisi jalan sempit dan kawasan bantaran sungai tersebut bukanlah persoalan baru yang tiba-tiba muncul. Mereka mempertanyakan mengapa pemerintah tidak memiliki solusi konkret sejak awal, mengingat jalan itu merupakan urat nadi perekonomian dan pendidikan warga setempat.
Rencana Pengerasan dan Peninggian Jalan Masih Sekadar Rencana
Sebelumnya, Dinas PUPR Kota Banjarmasin sempat menyampaikan rencana peningkatan akses jalan secara bertahap. Program itu disebut meliputi pengerasan, peninggian badan jalan, hingga peningkatan kualitas infrastruktur agar kendaraan roda dua dan roda empat bisa melintas dengan lebih mudah.
Namun hingga pertengahan 2026, realisasi proyek tersebut belum juga terlihat. Warga pun mulai kehilangan kesabaran.
Sementara itu, Kartika memastikan pihaknya masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait rencana penanganan ruas jalan tersebut. “Akan kami koordinasikan lagi terkait rencana penanganan di ruas jalan ini,” pungkasnya.