Pencarian

Kebun Raya Banua Kalsel Eksplorasi Tanaman Obat di Tanah Bumbu, Kaji Pengetahuan Tradisional untuk Riset Ilmiah

Jumat, 15 Mei 2026 • 12:52:01 WIB
Kebun Raya Banua Kalsel Eksplorasi Tanaman Obat di Tanah Bumbu, Kaji Pengetahuan Tradisional untuk Riset Ilmiah
Tim peneliti Kebun Raya Banua mendokumentasikan tanaman obat tradisional di Tanah Bumbu.

Eksplorasi itu menjadi bagian dari program inventarisasi keanekaragaman hayati KRB yang sudah berjalan sejak beberapa pekan lalu. Tim peneliti turun ke lapangan untuk mendokumentasikan spesies tanaman yang biasa digunakan warga sebagai obat herbal.

Mengapa Pengetahuan Tradisional Jadi Acuan Riset?

Kepala UPT Kebun Raya Banua menyebut bahwa pendekatan etnobotani menjadi kunci dalam riset ini. Masyarakat lokal di Tanah Bumbu memiliki catatan lisan tentang ramuan dan takaran yang sudah teruji secara empiris selama puluhan tahun.

"Kami tidak hanya mengoleksi tanaman, tetapi juga mencatat cara pengolahan dan dosis yang biasa digunakan. Ini data berharga yang bisa diverifikasi secara laboratorium," ujarnya dalam keterangan resmi.

Hasil Eksplorasi Akan Masuk Koleksi Bank Plasma Nutfah

Spesies yang ditemukan nantinya akan dikembangbiakkan di area konservasi KRB. Sebagian akan dijadikan koleksi hidup untuk penelitian lebih lanjut dan edukasi pengunjung.

KRB juga berencana menyusun database digital yang memuat nama lokal, nama ilmiah, serta klaim khasiat setiap tanaman. Database ini terbuka bagi akademisi dan praktisi kesehatan tradisional.

Potensi Tanaman Obat Kalsel di Pasar Herbal Nasional

Kalimantan Selatan dikenal memiliki kekayaan flora obat yang belum banyak tereksplorasi secara akademik. Tanaman seperti akar kuning, pasak bumi, dan berbagai jenis jahe-jahean lokal menjadi prioritas dalam ekspedisi ini.

Jika hasil uji laboratorium menunjukkan khasiat yang terukur, bukan tidak mungkin tanaman-tanaman ini masuk rantai pasok industri jamu dan suplemen herbal nasional.

Apa Target Riset Selanjutnya?

Tim peneliti menargetkan pendataan 50 spesies tanaman obat baru dari kawasan Tanah Bumbu dalam tiga bulan ke depan. Setelah itu, sampel akan diuji fitokimia di laboratorium Universitas Lambung Mangkurat.

KRB juga menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin untuk memastikan standar keamanan konsumsi jika tanaman tersebut akan direkomendasikan sebagai bahan baku obat tradisional.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks