TelkomGroup Bangun 2 Internet Gateway Baru di Jakarta dan Surabaya

Penulis: Toni Haryadi  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22:31 WIB
TelkomGroup menambah dua internet gateway baru di Jakarta dan Surabaya untuk memperkuat konektivitas internasional.

KALIMANTAN SELATAN — TelkomGroup menambah dua internet gateway baru di Jakarta dan Surabaya untuk melengkapi fasilitas serupa yang sudah beroperasi di Batam dan Manado. Penambahan simpul konektivitas internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai Indo-Pacific Digital Hub di kawasan.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan komitmen itu dalam gelaran Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Senin (19/10). TelkomGroup tampil sebagai Founding Partner pada ajang yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tersebut. Forum itu mempertemukan pemerintah, pelaku industri, inovator, dan komunitas teknologi dari dalam maupun luar negeri.

Bali Tech Week disebut sebagai umbrella technology week pertama di Indonesia. Tema yang diusung, "Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further," mengarahkan forum ini sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk menghubungkan inovasi dengan investasi.

Infrastruktur sebagai Fondasi Ekonomi

Nanang menegaskan transformasi digital tidak cukup diukur dari luasnya infrastruktur atau kecanggihan teknologi. Menurut dia, tantangan yang lebih besar adalah bagaimana teknologi memperkuat daya saing industri dan membuka peluang ekonomi baru.

"Bagi TelkomGroup, pembangunan infrastruktur digital tidak berhenti pada penyediaan aset dan konektivitas. Infrastruktur harus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan nilai, dan penguatan kedaulatan digital Indonesia," ujar Nanang dalam paparannya bertajuk "Indonesia's Next Network: Connecting Indonesia and Global, Building the Indo-Pacific Hub".

TelkomGroup menjabarkan strategi itu lewat tiga pilar utama: Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence & Impact, serta Sovereign Trust & Resilience. Ketiganya menjadi landasan untuk memperluas jangkauan konektivitas, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, dan menjaga ketahanan ekosistem digital.

Jaringan Serat Optik 211 Ribu Kilometer

Pada pilar Sovereign Digital Infrastructure, TelkomGroup menyinergikan kapabilitas infrastruktur untuk memperkuat konektivitas domestik. Cakupannya meliputi jaringan serat optik, infrastruktur satelit, pusat data, interkoneksi antarpusat data, menara telekomunikasi, jaringan base transceiver station (BTS), hingga internet gateway.

Secara rinci, TelkomGroup mengelola lebih dari 211 ribu kilometer jaringan serat optik domestik, tiga satelit, dua community gateway di kawasan Indonesia Timur, serta 30 data center dengan lebih dari 500 kilometer interkoneksi antar fasilitas. Cakupan itu diperkuat lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan 302 ribu BTS.

Optimalisasi program Universal Service Obligation (USO) di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) turut menjadi bagian dari upaya menjembatani kesenjangan digital. Sasaran akhirnya adalah konektivitas inklusif dari Sabang sampai Merauke.

Ekosistem AI untuk UMKM dan Sektor Publik

Pada pilar Sovereign Intelligence & Impact, TelkomGroup mengorkestrasi ekosistem kecerdasan buatan end-to-end yang mandiri. Strategi ini diarahkan untuk mendorong produktivitas perusahaan, mempercepat inovasi lokal, dan memperluas manfaat ekonomi digital hingga ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Telkomsel menampilkan sembilan solusi berbasis AI pada Bali Tech Week 2026. Dua di antaranya Adelia, mesin pencari dan asisten digital, serta AUREL yang membantu pengguna mengakses informasi dan ringkasan bisnis melalui interaksi percakapan. Inovasi lain mencakup solusi AI untuk keamanan digital, pendidikan, dan kebutuhan bisnis.

Langkah ini memperkuat kemandirian kapabilitas AI nasional sekaligus membuka peluang bisnis melalui layanan digital bernilai tambah dan komputasi berperforma tinggi.

Bagi pelaku UMKM, perluasan layanan digital TelkomGroup membuka akses ke pasar yang lebih luas tanpa harus membangun infrastruktur sendiri. Sementara bagi pemerintah daerah di wilayah 3T, program USO menghadirkan konektivitas yang selama ini menjadi hambatan utama layanan publik berbasis internet.

Penambahan dua internet gateway di Jakarta dan Surabaya menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih siap menampung lalu lintas data kawasan. Posisi itu sejalan dengan ambisi menjadikan Tanah Air simpul digital Indo-Pasifik, bukan sekadar pasar pengguna di ujung jaringan global.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: ntvnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top