Manfaat Pijat Bayi untuk Tumbuh Kembang dan Cara Melakukannya

Penulis: Toni Haryadi  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:21:31 WIB
Ibu memijat bayi sebagai bagian dari stimulasi sentuhan untuk mendukung tumbuh kembang di 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

KALIMANTAN SELATAN — Sentuhan lembut saat memijat bayi bukan sekadar ritual pengantar tidur, tapi bagian dari stimulasi yang mendukung tumbuh kembang di 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Berikut manfaat pijat bayi menurut IDAI dan panduan memulainya di rumah.

Pijat bayi memberi ibu kesempatan membangun kedekatan emosional sekaligus menstimulasi Si Kecil lewat sentuhan. Kebiasaan ini juga membuat bayi lebih nyaman dan rileks, asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai tahap perkembangannya.

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) jadi fase yang menentukan tumbuh kembang anak. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan pemantauan pertumbuhan balita secara rutin di Posyandu untuk mendeteksi potensi gangguan pertumbuhan, termasuk stunting.

Manfaat Pijat Bayi Menurut IDAI

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa pijat bayi membantu meningkatkan kualitas tidur, mendukung perkembangan motorik, serta mempererat ikatan antara orang tua dan anak. Tiga manfaat ini saling berkaitan dengan kebutuhan stimulasi di masa emas pertumbuhan.

Sentuhan saat memijat juga menjadi momen bagi ibu untuk mengenali respons bayi. Dari situ, ibu bisa belajar membaca kapan Si Kecil merasa nyaman dan kapan perlu dijeda.

Edukasi Sentuhan di 10 Posyandu

MY BABY menghadirkan program SATU HATI: Sentuhan Lembut Anak Sehat Indonesia untuk mengajak ibu mengenal stimulasi sentuhan sebagai bagian dari perawatan harian bayi. Program ini juga membuka akses edukasi kesehatan anak melalui kegiatan Posyandu.

Audrey Gandadjaja, Managing Director Brand Creative Content & Communication Cosmetics, Consumers & Health Care Tempo Scan Group, mengatakan program ini dirancang mendampingi ibu agar lebih percaya diri merawat buah hati.

"Melalui SATU HATI: Sentuhan Lembut untuk Anak Sehat Indonesia, kami ingin memperkaya edukasi kesehatan anak dengan menghadirkan informasi sekaligus mendampingi para ibu dalam merawat Si Kecil dengan lebih percaya diri melalui sentuhan kasih sayang yang memberikan kenyamanan," ujar Audrey.

Bersama pengurus dan kader Posyandu setempat, ritel modern Indomaret, dan pemerintah daerah, MY BABY menggelar rangkaian kegiatan di 10 titik di Indonesia. Program ini diikuti lebih dari 3.000 ibu dan anak, dengan agenda pemantauan tumbuh kembang serta edukasi interaktif seputar perawatan bayi.

Cara Memulai Pijat Bayi di Rumah

Edukasi pijat bayi menjadi agenda utama dalam kegiatan tersebut. Para ibu diperkenalkan pada teknik sentuhan lembut untuk memberi kenyamanan pada bayi dan mempererat kedekatan emosional.

  • Pilih waktu saat bayi tenang, misalnya setelah mandi atau sebelum tidur.
  • Gunakan minyak bayi yang melembapkan dan tidak lengket agar gerakan lebih halus.
  • Mulai dari kaki, lanjut ke perut, dada, tangan, lalu punggung dengan tekanan ringan.
  • Perhatikan reaksi bayi; hentikan jika ia rewel atau menangis.

MY BABY turut memperkenalkan MY BABY Natural Oil Plus yang diformulasikan menjaga kelembapan kulit, bertekstur tidak lengket, serta memberi perlindungan tambahan dari gigitan nyamuk hingga delapan jam.

Kapan Perlu Berhati-hati

Hindari memijat bayi saat ia demam, baru saja diimunisasi, atau memiliki luka dan ruam di kulit. Konsultasikan ke dokter anak bila Si Kecil menunjukkan ketidaknyamanan saat disentuh atau ada keluhan kulit yang menetap.

Rutin memantau pertumbuhan di Posyandu tetap jadi langkah utama. Pijat bayi melengkapi perawatan harian, bukan menggantikan pemeriksaan tumbuh kembang oleh tenaga kesehatan.

Sentuhan lembut yang konsisten membantu ibu lebih peka terhadap kebutuhan bayi. Program SATU HATI melanjutkan komitmen MY BABY yang telah hadir lebih dari 40 tahun mendampingi ibu memenuhi kebutuhan perawatan buah hati.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: womensobsession.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top