FORKI Targetkan 1 Emas Karate di Asian Games 2026, Hadi Tjahjanto: Lawan Terkuat Jepang

Penulis: Toni Haryadi  •  Senin, 14 September 2026 | 22:49:01 WIB
Ketua Umum PB FORKI Hadi Tjahjanto menyampaikan target satu emas karate pada Asian Games 2026 dalam acara pelepasan tim di Cilandak, Jakarta Selatan.

KALIMANTAN SELATAN — Kepercayaan diri itu disampaikan langsung Ketua Umum PB FORKI, Hadi Tjahjanto, dalam acara pelepasan tim di Cilandak, Jakarta Selatan. Menurutnya, persiapan sudah berjalan sejak tujuh bulan lalu, mencakup pembinaan fisik, mental, hingga keikutsertaan di sejumlah event internasional.

Enam atlet yang dikirim terdiri dari dua nomor. Di nomor kata ada Marzella Sekar Damayanti dan Christopher Edbert Setiabudi. Sementara di nomor kumite, Indonesia menurunkan Muhammad Tegar Januar, Leica Al Humaira Lubis, Cok Istri Sanistya Rani, dan Daniel Hutapea.

Kumite Wanita Jadi Andalan Meraih Emas

Hadi menyebut nomor kumite wanita sebagai peluang emas paling realistis. Nomor kata juga diharapkan menyumbang medali, setidaknya perunggu.

"Ada enam atlet, kita harapkan dapat emas dari kelas kumite wanita. Kalau kata pria harapkan kita bisa ambil juga. Lawan kita paling kuat Jepang. Jika melihat latihan mereka, saya optimistis kami bisa meraih emas untuk kumite. Harapan kami juga dari nomor kata, setiap event kata jadi andalan kami," ujar Hadi.

Dia menambahkan estimasi realistis untuk nomor kata adalah perak atau perunggu. "Saya yakin kumite dapatkan satu emas, kalau kata dapat emas, itu hal luar biasa. Tapi estimasi saya, perak atau perunggu pasti dapat," sambungnya.

Tiga Pelatih Berpengalaman Antisipasi Tekanan Tuan Rumah

Karate bukan cabang olahraga terukur, sehingga keputusan juri berpotensi jadi faktor penentu. FORKI menyiasatinya dengan mengirim tiga pelatih berpengalaman, dipimpin Syamsuddin Barkhani sebagai pelatih kepala.

"Oh ya, maka itu kita kirim pelatih yang sudah pengalaman, satu untuk kata, dua untuk kumite. Tidak khawatir dengan tekanan rumah. Kami yakin emas untuk kumite, kata paling gak kita perunggu dapat," kata Hadi.

Efisiensi Anggaran Pelatnas Tak Ganggu Program

Catatan buruk menghantui Indonesia di Asian Games 2022, di mana karate hanya menyumbang satu perunggu. Tantangan tahun ini bertambah dengan pengetatan biaya pelatnas dari Kemenpora imbas efisiensi anggaran pemerintah.

Hadi mengaku komunikasi dengan Kemenpora tetap berjalan lancar. Menurutnya, bantuan diberikan sesuai porsi dan program latihan tetap bisa dijalankan.

"Untuk event Asian Games Nagoya, kita dapat bantuan dari Kemenpora juga sesuai porsinya. Tapi saya rasa tidak masalah semuanya. Tapi memang pembinaan sebelumnya kita harus koordinasi dengan Kemenpora," paparnya.

"Kita selalu koordinasi dan kita selalu mendapatkan solusi yang solutif untuk situasi yang seperti ini. Tapi, untuk atlet kita semua juga, akhirnya bisa kita melaksanakan kegiatan sesuai program yang kami buat," lanjut purnawirawan TNI-AU itu.

Jadwal: Terbang 17 September, Bertanding 20-23 September

Rombongan karate Indonesia dijadwalkan terbang ke Jepang pada 17 September 2026. Persiapan akhir dilakukan di sana sebelum pertandingan berlangsung 20-23 September.

Dengan status Jepang sebagai tuan rumah sekaligus kekuatan utama karate dunia, target satu emas dari nomor kumite wanita menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Merah Putih.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top