BANJARBARU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 30 titik api baru dengan luas karhutla mencapai 360 hektare. Titik-titik tersebut ditemukan melalui patroli di sejumlah wilayah. Karakter lahannya berbeda dari kawasan Ring 1 yang didominasi gambut karena sebagian berada di lahan mineral atau padat.
Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra menyampaikan hal itu di Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). Menurut dia, titik api di lahan mineral relatif lebih mudah dipadamkan dibandingkan kebakaran di lahan gambut.
“Namun titik api ini berbeda dengan titik api yang berada di kawasan Ring 1, yaitu lahan gambut,” ujar Ronny.
Kebakaran di lahan gambut bisa menyimpan sumber panas di bawah permukaan tanah. Kondisi itu membuat asap tetap muncul meski permukaan sudah disemprot air. Penanganannya pun butuh waktu lebih lama.
Ronny menyebut sekitar 80 hektare lahan gambut belum padam sepenuhnya dan masih menjadi perhatian petugas. Luasan itu menjadi bagian dari total 360 hektare yang ditangani.
“Secara umum kondisi karhutla di Kalimantan Selatan relatif dapat dikendalikan, meskipun masih terdapat sejumlah titik yang mengeluarkan asap, sehingga petugas terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk mencegah api berkembang,” kata Ronny.
Petugas diminta tidak lengah terhadap kemunculan titik api baru. Kondisi lapangan masih berpotensi memicu perluasan kebakaran, terutama di kawasan yang mengalami kekeringan dan keterbatasan sumber air.
Penanganan di lapangan dilakukan dengan cara berbeda sesuai karakteristik lahan. Keselamatan dan kesehatan petugas tetap menjadi perhatian agar pemadaman berjalan optimal.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Selatan pada hari yang sama. Ia mengapresiasi upaya dan kerja keras petugas di lapangan.
“Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Selatan hari ini turut mengapresiasi upaya dan kerja keras petugas. Wapres juga mengingatkan seluruh unsur agar tetap menjaga kewaspadaan terhadap kemunculan titik api baru,” ujar Ronny.
BPBD Kalsel bersama unsur lain terus melakukan patroli dan pemantauan di titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Prioritas penanganan diarahkan ke lahan gambut yang belum padam sepenuhnya.