BANJARBARU — Kualitas udara yang memburuk akibat karhutla di Kalimantan Selatan mulai mengganggu aktivitas harian warga. Polusi asap yang menyebar membuat kebutuhan masker meningkat, sementara mobilitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok pun ikut terdampak.
Kondisi inilah yang direspons DPW PSI Kalsel bersama Dewi Pertiwi Kalsel. Lewat program bertajuk PSI Peduli, mereka terjun langsung ke tengah masyarakat untuk membagikan masker serta makanan gratis yang dibutuhkan warga.
Aksi sosial yang dilakukan PSI Kalsel ini menyasar warga yang paling merasakan dampak kabut asap. Masker dibagikan untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel polusi, sedangkan makanan gratis disiapkan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Pembagian bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran langsung partai di lapangan, bukan sekadar imbauan lewat siaran pers. Dengan berkeliling ke lokasi-lokasi yang terdampak, PSI berupaya memberikan manfaat yang bisa langsung dirasakan.
Menurut Ketua DPW PSI Kalsel, H. Mustohir Arifin, persoalan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran partai di lokasi terdampak bertujuan untuk memastikan warga tetap bisa beraktivitas dengan aman di tengah buruknya kualitas udara.
"Karhutla merupakan keprihatinan kita bersama. Melalui program PSI Peduli, kami selaku pengurus DPW PSI Kalsel dan Dewi Pertiwi Kalsel ingin hadir langsung membantu masyarakat dengan membagikan masker dan makanan gratis," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (3/9/2026).
Mustohir menambahkan, pembagian masker dan makanan gratis mungkin terlihat sederhana. Namun, langkah ini diharapkan mampu menjaga kesehatan warga sekaligus meringankan beban ekonomi mereka di tengah kondisi yang tidak menentu.
Salah satu catatan menarik dari aksi ini adalah posisi PSI Kalsel yang saat ini belum memiliki keterwakilan di parlemen regional. Meski begitu, Mustohir menegaskan bahwa hal tersebut tidak menyurutkan niat partainya untuk berkontribusi bagi daerah.
"Walaupun PSI masih belum mempunyai perwakilan di parlemen, kami akan terus hadir dan bergerak untuk membantu serta berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Kalsel," pungkasnya.
Langkah ini setidaknya memberikan gambaran bahwa kerja-kerja sosial dapat dilakukan tanpa menunggu jabatan politik. Yang terpenting bagi mereka adalah tetap bergerak dan memberikan dampak nyata bagi publik yang membutuhkan.