TANJUNG — Rapat tertutup antara kepala daerah dan penyedia listrik itu membeberkan kondisi sistem kelistrikan Tabalong secara utuh. Bupati mengonfirmasi bahwa pemadaman massal yang meresahkan masyarakat dipicu oleh gangguan pada tiga unit pembangkit di sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Manager PLN ULP Tanjung, Mekka Iriyandie, memaparkan langsung langkah perbaikan yang tengah berjalan. Bupati Rifani menegaskan bahwa satu dari tiga pembangkit yang terganggu sudah kembali menyala.
“Alhamdulillah, satu pembangkit sudah kembali beroperasi, yakni pembangkit TPI di Tabalong yang telah masuk kembali ke sistem interkoneksi. Dengan demikian, durasi pemadaman diharapkan semakin singkat dan tidak lagi terjadi setiap hari,” ujar Bupati.
PLN memproyeksikan pemulihan bertahap hingga akhir Agustus 2026. Pembangkit kedua dijadwalkan menyala pada 5 Agustus 2026, disusul pembangkit ketiga pada 25 Agustus 2026. Bupati menambahkan, jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, potensi pemadaman akan semakin kecil karena pasokan listrik dalam sistem interkoneksi kembali stabil.
“Kami berharap kondisi ini segera pulih sepenuhnya sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman. Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan utama,” kata Rifani.
PLN menyampaikan permohonan maaf resmi kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Mekka Iriyandie menjelaskan bahwa gangguan pada tiga pembangkit tersebut mempengaruhi sistem interkoneksi yang menghubungkan dua provinsi.
“Apabila seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, kami berharap pada akhir Agustus kondisi kelistrikan di Kabupaten Tabalong dapat kembali normal. Kami mohon kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan selama proses pemulihan ini berlangsung,” ujar Mekka.
Pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari dalam beberapa pekan terakhir membuat warga di sejumlah kecamatan di Tabalong mengeluhkan aktivitas mereka terganggu. Mulai dari usaha kecil yang bergantung pada pendingin hingga kegiatan rumah tangga yang membutuhkan pasokan listrik stabil. Pemkab berjanji akan terus memonitor progres perbaikan dari PLN agar warga tidak terus menerus dirugikan.