BANJARMASIN — Aksi ini merupakan buntut dari batalnya forum dialog yang sedianya digelar FDM bersama Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu. Forum yang diberi nama Majelis Demokrasi itu dihadiri berbagai elemen masyarakat dan akademisi, termasuk pengamat Dr. Muhammad Uhaib sebagai narasumber. Namun, ketidakhadiran perwakilan PLN membuat peserta sepakat mengubah acara menjadi aksi demonstrasi.
Koordinator Daerah FDM Kota Banjarmasin, Helmi Yahya, menyayangkan keputusan PLN yang tidak memenuhi undangan. Menurutnya, FDM telah menyampaikan undangan secara langsung ke Kantor PLN UID Kalselteng, bahkan dengan aksi jalan kaki sebagai bentuk keseriusan membuka ruang dialog.
"Sejak awal kami beritikad baik untuk berdialog. Undangan kami serahkan langsung dan pihak PLN sempat menyatakan bersedia hadir. Karena itu kami menyiapkan forum ini agar persoalan pemadaman listrik bisa dibahas secara terbuka," ujar Helmi dalam orasinya di depan kantor PLN.
Ia menjelaskan, konsep forum telah disusun agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, akademisi memberikan pandangan objektif, dan PLN menjelaskan penyebab serta penanganan pemadaman listrik secara terbuka. Namun, menjelang pelaksanaan, FDM menerima surat balasan dari PLN yang menyatakan tidak dapat hadir dengan alasan ketidaksesuaian konsep kegiatan dan undangan yang belum mencantumkan jam pelaksanaan.
Menurut Helmi, alasan tersebut bersifat administratif dan seharusnya dapat dikomunikasikan sebelum hari pelaksanaan, sehingga tidak menjadi penghalang terselenggaranya dialog. "Esensi agenda ini adalah membuka ruang komunikasi antara masyarakat dan PLN. Sangat disayangkan persoalan administratif justru menghilangkan kesempatan untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama," katanya.
Peserta forum yang kecewa kemudian bergerak menuju Kantor PLN UP3 Banjarmasin. Dalam aksinya, mereka menyampaikan aspirasi terkait dampak pemadaman listrik yang dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan produktivitas ekonomi, serta menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha.
FDM menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya menginginkan permintaan maaf atas pemadaman yang terjadi. "Kami mengharapkan penjelasan yang transparan serta langkah konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang," tegas Helmi di hadapan aparat kepolisian yang berjaga.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan dari pihak kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, perwakilan PLN UP3 Banjarmasin belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan para pengunjuk rasa.