KALIMANTAN SELATAN — Jumhur tiba di Pulau Mendol sekitar pukul 10.45 WIB didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Bupati Pelalawan Zukri. Akses terbatas di pulau itu memaksa rombongan melanjutkan perjalanan sejauh 4,2 kilometer menggunakan sepeda motor warga, lalu berjalan kaki 200 meter menuju titik pembangunan kanal.
Pembangunan sekat kanal menjadi garda terdepan mitigasi karhutla di wilayah gambut. Struktur ini berfungsi membendung aliran air di parit-parit eksisting sehingga permukaan air tanah tetap tinggi dan lahan gambut tidak mengering saat musim kemarau.
Menurut Jumhur, sekat yang dibangun memiliki lebar sekitar tiga meter. Di beberapa titik, konstruksi dibuat bertingkat mengikuti elevasi lahan agar air meresap sempurna ke dalam kubah gambut. "Lahan gambut apabila tidak digenangi secara terus menerus dan terus disinari matahari, dia berpotensi menjadi panas dan bisa terbakar," ujarnya di lokasi.
Menteri LH menyebut karhutla pada dasarnya bencana alami, namun bisa disiasati dengan memastikan ketersediaan air yang menggenangi lahan gambut. "Kedatangan saya ke sini adalah untuk menunjukkan bahwa gerakan bersama membangun sekat-sekat kanal, membuat bendungan dengan membatasi debit air, adalah bagian dari upaya mitigasi," kata Jumhur.
Program ini menjadi rangkaian restorasi gambut di Riau yang bertujuan memutus rantai kebakaran berulang. "Mudah-mudahan Tuhan tidak mengizinkan api membakar lahan kita, sehingga kita bisa bekerja seperti biasa, tidak menimbulkan emisi gas rumah kaca, tidak mengganggu masyarakat," pungkasnya.
Setelah meninjau lokasi, Jumhur dan rombongan menggelar dialog dengan warga Pulau Mendol. Pertemuan itu menjadi ajang belanja masalah sekaligus mendengar langsung keluhan masyarakat terkait pengelolaan lahan gambut dan upaya pencegahan karhutla di kawasan tersebut.
Sebelum menuju lokasi kanal, rombongan juga melakukan penanaman pohon aren di area lapangan Kuala Kampar sebagai simbol gerakan restorasi lingkungan. Pohon aren dipilih karena sistem perakarannya mampu menjaga kelembaban tanah gambut.
Pulau Mendol merupakan salah satu titik rawan karhutla di Riau yang setiap tahun kerap mengalami kebakaran saat musim kemarau. Pembangunan sekat kanal di Desa Sungai Perak menjadi proyek percontohan yang diharapkan bisa direplikasi di wilayah gambut lainnya di Indonesia.