Grand Final MPL ID S17: Onic dan BTR Berebut Takhta MLBB Indonesia Minggu Ini

Penulis: Udin Syamsul  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 10:05:02 WIB
Onic dan BTR siap bertarung di grand final MPL ID S17 untuk memperebutkan gelar juara.

KALIMANTAN SELATAN — Onic melaju ke grand final lebih dulu setelah mengalahkan Geek Fam dengan skor meyakinkan 4-1 di Upper Bracket Final, Jumat lalu. Performa mereka sepanjang musim memang solid dan terstruktur, menjadikan tim berjuluk Kingfinix itu sebagai favorit berdasarkan rekor.

Di sisi lain, BTR harus melewati rintangan lebih berat. Mereka turun ke lower bracket setelah kalah tipis dari Onic, lalu bertemu lagi dengan Geek Fam di laga penentu tiket final. Geek Fam sempat memberikan kejutan dengan merebut game pertama, namun ketahanan mental dan kematangan strategi Robot Merah akhirnya berbicara. BTR menang 4-1 dan membuktikan kemampuan bangkit dari tekanan.

Format Best-of-Seven: Ruang Lebih Besar untuk Kejutan

MPL ID S17 menghadirkan perubahan format di babak puncak. Grand final dan lower bracket final menggunakan sistem best-of-seven, berbeda dari seri sebelumnya yang hanya best-of-five. Format ini memberi keleluasaan bagi kedua tim untuk membaca pola lawan, melakukan adaptasi strategi, dan mengeksploitasi kelemahan lawan di game-game akhir.

Setiap sesi draft pick dan ban menjadi krusial. Tidak ada ruang untuk kesalahan di team fight. Faktor mental dan keberanian mengambil risiko akan menjadi pembeda di game-game krusial.

Mengapa Laga Ini Lebih dari Sekadar Gelar Juara

Onic dan BTR sudah memastikan diri lolos ke MSC 2026 yang akan berlangsung di Paris, beriringan dengan Esports World Cup mulai 1 Juli mendatang. Namun bagi para pemain dan penggemar, gelar MPL S17 tetap menjadi simbol keunggulan domestik yang menjadi fondasi reputasi global.

Onic datang dengan misi mempertahankan dominasi dan menegaskan status sebagai tim terbaik Indonesia di era terbaru MLBB. Sementara BTR memiliki motivasi ekstra: dendam yang telah berubah menjadi fokus. Kekalahan di upper bracket bukan akhir, melainkan awal dari kebangkitan mereka di panggung terbesar.

Faktor Mental Jadi Penentu di Game Akhir

Dari segi teknis, kedua tim memiliki komposisi pemain yang sudah teruji sepanjang musim. Namun yang membedakan grand final nanti adalah kesiapan psikologis. Siapa yang mampu mengelola tekanan, membaca situasi, dan tetap tenang di momen krusial, dialah yang berhak menyandang gelar Kingfinix musim ini.

Dua filosofi, dua perjalanan, satu takhta. Jutaan pasang mata akan tertuju pada pertandingan ini untuk melihat siapa yang benar-benar pantas menjadi raja MLBB Indonesia di musim ini.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: sumbawanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top