KALIMANTAN SELATAN — Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis data terbaru yang menunjukkan optimisme publik terhadap kemampuan pemerintah menjaga keamanan negara. Dalam survei yang melibatkan responden di seluruh Indonesia, sektor keamanan menempati peringkat kedua tertinggi setelah kerukunan antarumat beragama yang mencapai 80,0 persen.
Peneliti Poltracking Indonesia, Ahmad Zia Fitrahudin, mengatakan penguatan posisi Indonesia di kancah global menjadi faktor penting di balik angka positif tersebut. “Pemerintah juga dinilai sangat berhasil dalam menjaga kerukunan antarumat beragama (80,0%) dan stabilitas keamanan (77,8%),” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Salah satu langkah konkret yang disebut dalam survei adalah perluasan kerja sama keamanan maritim dengan Jepang. Kolaborasi ini dinilai strategis untuk menjaga keamanan jalur laut sekaligus memperkuat ketahanan energi di kawasan Indo-Pasifik—wilayah yang kian krusial bagi rantai pasok perdagangan dunia.
Selain keamanan, sektor pelayanan kesehatan mencatatkan angka apresiasi sebesar 75,1 persen. Sementara keberhasilan pemerintah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa mendapat nilai 77,4 persen. Ketiga sektor ini, menurut Poltracking, menjadi penyangga utama kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Survei dilakukan di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang—mulai dari rivalitas kekuatan besar hingga tekanan ekonomi dunia. Publik menilai pendekatan diplomasi yang inklusif dan penghormatan terhadap hukum internasional menjadi fondasi menjaga keseimbangan regional.
Sejumlah kajian internasional menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan menengah (middle power) yang berperan aktif menjaga stabilitas kawasan. Penguatan sentralitas ASEAN serta berbagai langkah diplomasi strategis disebut menjadi kunci pengaruh Indonesia di forum global.
Dalam konteks ini, stabilitas keamanan nasional tidak hanya dipandang sebagai isu domestik, melainkan bagian dari posisi tawar Indonesia di panggung dunia. Data Poltracking menunjukkan publik memberikan kepercayaan tinggi terhadap kemampuan pemerintah mengelola dinamika tersebut.