BANJARMASIN — Iwan Aflanie menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk masa bakti 2026-2030, Senin (14/4). Ia menjadi orang pertama yang mendaftar dalam proses seleksi yang digelar oleh panitia pemilihan rektor tersebut.
Dalam pernyataannya usai mendaftar, Iwan menekankan bahwa kampus tidak boleh cepat berpuas diri. Menurutnya, disrupsi digital telah mengubah cara belajar, riset, dan tata kelola universitas secara fundamental.
“Kita harus sadar bahwa perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. Jika kampus tidak beradaptasi, kita akan tertinggal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan literasi di lingkungan kampus. Literasi, kata Iwan, bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kemampuan menyaring informasi dan berpikir kritis di tengah banjir data digital.
Iwan mengaku mendaftar di hari pertama bukan tanpa alasan. Ia ingin memberikan contoh bahwa proses suksesi kepemimpinan di ULM harus dijalani dengan semangat kompetitif yang sehat dan transparan.
“Saya ingin menunjukkan bahwa kita harus serius dalam mempersiapkan pemimpin baru. Bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar memikirkan masa depan kampus,” tambahnya.
Jika terpilih menjadi Rektor ULM, Iwan berencana mendorong digitalisasi sistem perkuliahan dan administrasi. Ia juga ingin memperkuat riset berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“Kampus harus jadi pusat solusi, bukan hanya tempat menimba ilmu. Riset-riset kita harus menjawab persoalan nyata di daerah,” tegasnya.
Hingga hari pertama pendaftaran, baru Iwan Aflanie yang tercatat mendaftar. Panitia pemilihan rektor ULM membuka pendaftaran hingga batas waktu yang ditentukan. Publik kampus menunggu apakah akan muncul nama-nama lain dalam bursa calon rektor ini.
Proses seleksi selanjutnya akan melibatkan Senat Universitas dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Masa jabatan rektor saat ini akan berakhir pada 2026.
Panitia belum mengumumkan batas akhir pendaftaran secara resmi. Namun, proses seleksi dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan sebelum masa jabatan rektor saat ini berakhir.
Syarat utama mencakup memiliki pengalaman sebagai guru besar atau setara, memiliki visi pengembangan kampus, serta tidak pernah terlibat pelanggaran etik akademik berat. Detail persyaratan diatur dalam pedoman pemilihan rektor yang diterbitkan Senat Universitas.
Prof. Iwan Aflanie dikenal sebagai Guru Besar di Fakultas Kedokteran ULM. Ia juga aktif dalam berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat di Kalimantan Selatan.