Harga Solar Tembus Rp 18 Ribu per Liter, Puluhan Motoris Klotok Wisata di Banjarmasin Keluhkan Biaya Operasional Membengkak

Penulis: Sofyan Basri  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:46:11 WIB
Motoris klotok wisata di Banjarmasin mengeluhkan kenaikan harga solar hingga Rp 18.000 per liter.

BANJARMASIN — Kenaikan harga solar di tingkat pengecer menjadi Rp 18.000 per liter membuat para motoris perahu klotok wisata di Banjarmasin kelimpungan. Mereka mengaku biaya operasional harian membengkak drastis karena harus mengeluarkan ongkos lebih untuk mengisi tangki perahu yang rata-rata menghabiskan 20 hingga 30 liter solar per hari.

“Dulu harga solar masih Rp 10.000 sampai Rp 12.000 per liter, sekarang tembus Rp 18.000. Sekali isi penuh bisa habis Rp 500 ribu lebih. Penghasilan kami malah turun karena sepi penumpang,” ujar salah seorang motoris klotok yang enggan disebutkan namanya, Minggu (15/12).

Mengapa Solar di Banjarmasin Bisa Tembus Rp 18 Ribu?

Para motoris menduga kenaikan ini dipicu oleh kelangkaan pasokan solar bersubsidi di sejumlah SPBU di Banjarmasin dan sekitarnya. Akibatnya, mereka terpaksa membeli solar dari pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Di SPBU resmi, solar subsidi masih Rp 6.800 per liter, tapi sering kosong. Kalau ada pun, antreannya panjang. Akhirnya kami beli di pengecer, harganya sudah di luar nalar,” tambah motoris lainnya.

Apa Dampak Kenaikan Harga Solar bagi Wisata Susur Sungai?

Dampaknya langsung terasa pada operasional perahu klotok. Banyak motoris yang memilih mengurangi jam operasional atau bahkan tidak melayani wisatawan jika harga solar terus melambung. Beberapa pemilik klotok juga mulai menaikkan tarif sewa perahu, yang dikhawatirkan akan menurunkan minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

Padahal, wisata susur sungai menggunakan klotok merupakan salah satu daya tarik utama Banjarmasin. Jika para motoris berhenti beroperasi, sektor pariwisata kota yang baru pulih pascapandemi bisa kembali terpuruk.

Langkah Apa yang Diharapkan Motoris Klotok?

Para motoris berharap pemerintah kota dan Pertamina segera menstabilkan pasokan solar bersubsidi di SPBU. Mereka juga meminta adanya kuota khusus solar untuk sektor pariwisata sungai agar harga tidak lagi ditentukan oleh tengkulak.

“Kami minta ada solusi nyata. Jangan sampai kami yang mencari nafkah dari sungai justru mati karena harga BBM yang tidak terkendali,” pungkas seorang motoris.

Apakah Harga Solar di Banjarmasin Akan Kembali Normal?

Belum ada pernyataan resmi dari Pemkot Banjarmasin atau Pertamina terkait lonjakan harga ini. Namun, para motoris berharap dalam pekan depan ada langkah konkret untuk mengembalikan harga solar ke level wajar. Jika tidak, mereka mengancam akan menghentikan operasional klotok secara serentak.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top