KALIMANTAN SELATAN — Turnamen BWF Super 500 di Kuala Lumpur ini menyajikan peta jalan yang sulit bagi skuad Indonesia sejak babak pertama. Dari tujuh wakil yang lolos, tiga di antaranya harus berhadapan langsung dengan lawan-lawan yang diunggulkan panitia. Artinya, jalan menuju perempat final tidak akan mudah, terutama bagi sektor ganda campuran dan ganda putri.
Laga Anthony Sinisuka Ginting melawan Christo Popov menjadi salah satu partai paling dinanti di Lapangan 2, urutan ketujuh. Keduanya memiliki rekor head-to-head yang identik, 2-2, dengan kemenangan terakhir diraih Popov di Hong Kong Open tahun lalu.
Ginting yang tidak diunggulkan di turnamen ini justru memiliki motivasi ekstra. Kemenangan atas unggulan ketiga akan menjadi pernyataan bangkit setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di turnamen-turnamen sebelumnya.
Dua ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, mendapat undian berat. Amri/Nita akan berhadapan dengan unggulan kedua asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, di Lapangan 1 urutan kedelapan. Sementara Adnan/Indah ditantang ganda Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, di Lapangan 2 urutan kesembilan.
Di sektor ganda putri, Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu juga tidak kalah berat. Mereka akan meladeni unggulan keenam asal China, Chen Fan Shu Tian/Luo Xu Min, di Lapangan 3 urutan ketujuh.
Di luar laga Ginting, sektor tunggal putra Indonesia masih memiliki dua wakil lain. Jonatan Christie akan memulai hari di Lapangan 1 urutan pertama melawan Wang Po Wei dari Taiwan. Sedangkan Moh Zaki Ubaidillah (Ubed) akan berjuang di Lapangan 3 urutan keenam menghadapi Jeon Hyeok Jin asal Korea Selatan.
Kedua laga ini menjadi kesempatan emas untuk memastikan tiket perempat final, mengingat lawan yang dihadapi bukan dari jajaran unggulan.