Pencarian

7 Perusahaan Perkebunan, Tambang, dan HTI di Tanah Laut Kolaborasi Gelar Bakti Sosial untuk 1.300 Warga Kintap Terdampak Karhutla

Sabtu, 26 September 2026 • 13:18:07 WIB
7 Perusahaan Perkebunan, Tambang, dan HTI di Tanah Laut Kolaborasi Gelar Bakti Sosial untuk 1.300 Warga Kintap Terdampak Karhutla
Warga Kecamatan Kintap menerima layanan kesehatan dalam bakti sosial bagi korban terdampak karhutla.

Sebanyak tujuh perusahaan perkebunan, pertambangan, dan hutan tanaman industri (HTI) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, menggelar bakti sosial bagi warga Kecamatan Kintap yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan yang menyasar sekitar 1.300 penerima layanan kesehatan itu digelar sebagai respons atas kondisi masyarakat yang terdampak asap karhutla. Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto mengapresiasi kolaborasi tersebut dan mendorong lebih banyak perusahaan ikut berkontribusi.

TANAH LAUT — Bakti sosial di Kecamatan Kintap itu melibatkan empat perusahaan perkebunan, dua perusahaan pertambangan, dan satu perusahaan HTI. Ketujuhnya adalah PT Smart TBK, PT GMK, Sinar Alam Plantation, PT KJW, PT WBP, PT BIB, dan PT HRB.

Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha penting untuk meringankan beban warga. Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya soal lahan yang terbakar, tetapi juga kesehatan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan.

"Yang kita hadapi saat ini adalah kebakaran hutan dan lahan yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya akibat asap yang ditimbulkan," kata Rahmat.

Rahmat berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak. Ia menyebut setiap kontribusi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan memiliki arti besar.

"Apa pun bentuk kontribusi yang kita lakukan untuk kepentingan masyarakat di sekitar kita tentu sangat berarti. Semakin besar kolaborasi yang dilakukan, semakin dekat pula kita dengan masyarakat," ujarnya.

1.300 Warga Terima Layanan Kesehatan di Kintap

Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta yang hadir. Tercatat sekitar 1.300 orang mendapatkan pelayanan kesehatan dalam kegiatan tersebut.

CEO Sinarmas Kalseltim Suryanto Bun menyebut angka itu menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kondisi warga yang terdampak asap karhutla menjadi latar belakang utama kegiatan bakti sosial.

"Jumlah pasien yang mencapai sekitar 1.300 orang menunjukkan antusiasme dan kebutuhan masyarakat yang sangat besar. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk ke depan bisa berbuat lebih banyak lagi bagi masyarakat yang membutuhkan," tutur Suryanto.

Berbeda dari kegiatan sebelumnya, tahun ini Sinarmas menggandeng sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar Kecamatan Kintap. Suryanto menyebut target jangka panjang perusahaan adalah menggandeng 100 mitra dalam kegiatan sosial serupa.

Proses mengajak perusahaan lain berlangsung cepat. Menurut Suryanto, respons yang positif datang setelah komunikasi awal dengan perusahaan perkebunan, kemudian meluas ke perusahaan tambang dan HTI.

"Ketika saya menyampaikan kepada teman-teman perusahaan perkebunan untuk melakukan kegiatan sosial dan bakti kesehatan melihat kondisi karhutla saat ini, responsnya sangat baik. Dari situ saya menghubungi beberapa perusahaan lainnya dan responsnya juga sangat cepat," ungkapnya.

Gapki Kalsel: Masyarakat Punya Peran Kunci Cegah Karhutla

Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Selatan Jimmy S Kalianda menilai penanganan karhutla tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah dan perusahaan. Masyarakat, katanya, memegang peran penting dalam upaya pencegahan.

"Yang lebih penting sebenarnya adalah membangun kebersamaan, kesadaran bersama dan komitmen bersama untuk menanggulangi masalah seperti ini," ujar Jimmy.

Perusahaan pada dasarnya sudah memiliki aturan dan kewajiban menyediakan sarana serta prasarana penanggulangan karhutla. Namun, Jimmy menyoroti kondisi di luar kawasan perusahaan yang juga perlu perhatian.

"Di luar kawasan perusahaan, kita tidak selalu tahu bagaimana kondisi dan aktivitas masyarakat. Apalagi masih ada wilayah yang belum tertangani atau belum ditanami, termasuk kawasan yang berada di sekitar perusahaan," jelasnya.

Ia mendorong pelibatan para pengguna atau penggarap lahan dalam tim masyarakat peduli api. Menurutnya, warga lebih memahami kondisi lapangan dan titik-titik rawan kebakaran di wilayahnya.

"Mereka lebih memahami kondisi di lapangan karena sudah terbiasa berada di wilayah tersebut. Mereka tahu bagaimana kondisi lahannya dan titik-titik mana yang rawan," katanya.

Jimmy berharap masyarakat dapat dilibatkan secara lebih terorganisasi sehingga berperan dalam mendeteksi dan mencegah potensi kebakaran sejak dini. Perusahaan dan pemerintah, lanjutnya, dapat membantu menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

"Jadi, kita tidak hanya bergerak setelah kejadian terjadi, tetapi juga mengantisipasi dan mencegah sejak awal. Ke depan, pola seperti inilah yang perlu kita bangun bersama," paparnya.

Ia juga mengajak media ikut mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan karhutla, bukan hanya penanganan setelah kejadian.

Bakti Kesehatan Jadi Agenda Rutin Sinar Mas

Suryanto memastikan kegiatan di bidang kesehatan akan terus dilakukan sebagai bagian dari misi sosial Sinar Mas. Menurutnya, kolaborasi yang berjalan baik membuka peluang melibatkan lebih banyak perusahaan pada kegiatan serupa.

"Untuk bidang kesehatan, kegiatan seperti ini sudah menjadi bagian dari kegiatan rutin kami. Dengan melihat kolaborasi yang berjalan baik hari ini, kami akan berupaya agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan rutin setiap tahun atau disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," katanya.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks