KALIMANTAN SELATAN — Audit internal menjadi agenda rutin yang tak bisa ditawar bagi Pelindo Regional 1 Belawan. Kali ini, perusahaan pelat merah itu memeriksa kepatuhan internal terhadap lima standar manajemen sekaligus dalam dua hari pelaksanaan.
Proses audit tidak hanya sekadar memeriksa dokumen. Tim auditor menelusuri implementasi sistem di lapangan, mengonfirmasi praktik kerja, dan berdiskusi langsung dengan sejumlah unit kerja terkait. Hasilnya akan menjadi peta jalan untuk perbaikan berkelanjutan di lingkungan perusahaan.
Bukan Sekadar Formalitas, Ini Alasan Audit Penting
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, menegaskan bahwa audit internal adalah momentum untuk menguji konsistensi penerapan sistem manajemen yang sudah berjalan. Ia menyebut proses ini sebagai cermin untuk melihat sejauh mana standar internasional benar-benar diterapkan di lapangan, bukan hanya di atas kertas.
"Audit internal menjadi kesempatan bagi kami untuk mengevaluasi penerapan sistem manajemen yang telah berjalan. Hasil dari proses ini tentunya menjadi masukan untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan kerja di lingkungan Pelindo Regional 1 Belawan," ujar Yusrizal.
Melalui audit ini, perusahaan ingin memastikan setiap lini kerja memiliki standar yang sama. Mulai dari manajemen mutu layanan kepelabuhanan, pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan, hingga pencegahan praktik suap.
Lima Standar yang Diaudit, Satu Tujuan
Cakupan audit internal tahun ini terbilang lengkap. ISO 9001 menjadi dasar pengelolaan mutu layanan, sementara ISO 14001 mengatur kepatuhan terhadap aspek lingkungan. Untuk keselamatan pekerja, perusahaan menerapkan SMK3/ISO 45001. Adapun ISPS Code memastikan aspek keamanan pelabuhan sesuai aturan internasional, dan ISO 37001 menjadi payung sistem anti penyuapan.
Kelima standar ini bukan sekadar sertifikat pajangan. Penerapannya menyentuh operasional harian pelabuhan yang melayani berbagai aktivitas bongkar muat dan lalu lintas kapal. Kegagalan dalam satu aspek saja bisa berdampak pada kelancaran logistik nasional.
Apa Dampaknya bagi Layanan Pelabuhan?
Bagi pengguna jasa pelabuhan, audit internal ini menjadi jaminan bahwa prosedur keselamatan dan mutu layanan tetap terjaga. Perusahaan berharap evaluasi rutin ini mampu menekan risiko kecelakaan kerja, menjamin keamanan kapal, serta meminimalkan potensi pelanggaran lingkungan.
Lebih jauh, hasil audit akan menjadi dasar penetapan kebijakan manajemen ke depan. Setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti dengan program perbaikan, baik dari sisi prosedur maupun kompetensi sumber daya manusia.
Pelindo Regional 1 Belawan menegaskan komitmennya untuk menjadikan evaluasi internal sebagai budaya kerja, bukan kegiatan tahunan yang seremonial belaka. Dengan begitu, tata kelola perusahaan diharapkan semakin solid dan berdaya saing.